Harga Emas Makin Melambung Dipicu Ketegangan AS-Tiongkok dan Covid-19

JawaPos.com – Harga emas dunia, Kamis (16/7), kembali menguat karena kecemasan investor terhadap lonjakan kasus Covid-19 serta memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Hal tersebut mendorong permintaan aset investasi berisiko rendah seperti emas meskipun pasar ekuitas telah kembali bergairah.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.811,41 per ounce pada pukul 24.54 WIB. Sedangkan emas berjangka AS ditutup sebagian besar tidak berubah di posisi USD 1.813,80 per ounce.

Analis Standard Chartered Suki Cooper mengatakan, tingginya angka kasus terkonfirmasi terutama di AS membuat para investor menyelamatkan asetnya ke logam mulia kuning tersebut. “Langkah-langkah penguncian sedang diberlakukan, serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok, mendukung pelarian menuju keselamatan dalam emas,” ujarnya.

Perintah Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri status khusus Hong Kong di bawah hukum AS yang memberikan perlakuan ekonomi istimewa kepada kota tersebut, mendorong Beijing untuk memperingatkan sanksi pembalasan. Di sisi lain, penguatan saham Wall Street mengikuti laporan keuangan triwulanan yang kuat oleh Goldman Sachs dan data awal yang menjanjikan untuk vaksin Covid-19 potensial mengimbangi beberapa faktor bullish bagi emas.

“Ekuitas yang lebih kuat dan optimisme seputar vaksin membatasi momentum kenaikan emas, mendukung selera risiko, tetapi minat investor yang mendasarinya tetap kuat,” ujarnya.

Adapun logam lainnya, sepeti palladium naik 1,0 persen menjadi USD 1.979,74 per ounce, platinum menguat 0,5 persen menjadi USD 830,50 per ounce, dan perak meningkat 0,7 persen menjadi USD 19,34 per ounce.

Sementara, mengutip laman resminya, harga emas batangan milik Antam hari ini naik Rp 4.000 per gram ke level Rp 942.000 per gram. Sedangkan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini naik Rp 7.000 ke level Rp 848.000 per gram.

Comment 0