Gojek Dapat Restu PM Mahathir Mengaspal di Malaysia, Ini 6 Faktanya
Pendiri Gojek Nadiem Makarim sudah bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad  

JAKARTA - Layanan moda transportasi online dari Indonesia, Gojek akan beroperasi di Malaysia. Hal ini sudah diputuskan dalam rapat kabinet Pemerintah Malaysia.

Sebelumnya Pendiri Gojek Nadiem Makarim sudah bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin 19 Agustus 2019.

Berikut beberapa fakta menarik soal Gojek yang akan beroperasi di Malaysia, Minggu (25/8/2019):

1. Peluang Gojek di Malaysia

Pendiri Gojek Nadiem Makarim ternyata terus agresif melebarkan sayap bisnisnya di luar negeri. Salah satu pasar yang akan dirambah Gojek adalah Malaysia.

Gojek

Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Abdul Rahman menilai masuknya aplikasi super seperti Gojek ke Malaysia akan membantu menciptakan ribuan peluang bagi pengendara sepeda motor dan pemilik usaha kecil.

2. Pertemuan Bos Gojek dengan PM Malaysia Mahathir

Pendiri Gojek Nadiem Makarim sudah bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin 19 Agustus 2019.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

3. Pemerintah Setuju Gojek Beroperasi di Malaysia

Pemerintah Malaysia usai menggelar sidang kabinet salah satunya membahas persetujuan kehadiran Gojek.

Mengutip Malaymail, Jakarta, Jumat 23 Agustus 2019, Menteri Pengembangan Wirausaha Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof mengatakan lampu hijau untuk Go-jek ini disepakati secara prinsip. Hal ini setelah melalui diskusi panjang selama pertemuan kabinet.

“Kabinet pada prinsipnya telah menyetujui layanan Go-Jek ini untuk diimplementasikan," ujarnya.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

4. Kata Menpora Malaysia

Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq telah diminta untuk bekerja bersama dan membahas aturan-aturan yang perlu diubah atau dibuat untuk memungkinkan layanan ini diimplementasikan di negara Malaysia.

Dirinya juga menekankan pentingnya layanan Gojek tersebut. Selain itu juga perlu dilaksanakan sesuai dengan undang-undang yang ada untuk memastikan keamanan.

"Kami ingin memastikan agar dapat menerapkan pengembangan ekonomi untuk kamu muda kami (Malaysia)," ujarnya.

5. Gojek Buka Peluang Kerja di Malaysia

Menurut Syed, diizinkan Gojek di Malaysia diharapkan dapat membantu wirausahawan muda untuk bermitra dengan Gojek.

"Ini juga untuk membantu wirausahawan muda, yang dengan Gojek, akan dapat menjual produk mereka melalui layanan tersebut," katanya.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

6. Respons Warga Malaysia

Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq meminta netizen untuk memilih, bagaimana pendapat mereka mengenai layanan yang disediakan aplikasi - termasuk pengiriman makanan - akan menguntungkan pengendara sepeda motor.

Mengutip Business Insider, lebih dari 56.000 orang ikut memilih dalam jajak pendapat tersebut. Hasilnya menunjukkan, 88% responden setuju dengan adanya Gojek.

Comment 0