Sejumlah kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melakukan manuver dekat kapal Angkatan Laut AS  yang sedang patroli di teluk Persia pada 15 April 2020. Kapal-kapal IRGC mendekati kapal perang Amerika dalam jarak 10 yard atau 9,1 meter. U.S. Navy/Handout via REUTERS.
Sehari sebelum latihan perang itu digelar Iran, citra satelit menunjukkan kapal induk palsu itu ditarik kapal tongkang ke tengah selat.

TEMPO.CO, Jakarta - Iran menggelar latihan perang Payambar-e A’zam 14 (Nabi Besar 14) di Selat Hormuz Senin-Selasa 27-28 Juli 2020. Latihan tahunan itu didesain Korps Garda Revolusi Iran untuk unjuk kekuatan udara dan laut yang dimiliki negara itu kepada tetangga dan dunia.

Latihan melibatkan sebuah helikopter, yang disebut Tehran Times adalah drone Shahed-181, yang meluncurkan sebuah rudal anti-kapal perang. Sasaran yang dituju rudal itu adalah sebuah benda mengapung mirip kapal induk tenaga nuklir Amerika , USS Nimitz, lengkap dengan jet tempur--palsu--di atas deknya.

Obyek itu sudah digunakan sebagai sasaran pada 2015 lalu, dalam latihan militer “Nabi Besar 9”, dan kini tampak telah diperbaiki. Citra satelit menunjukkan kapal induk palsu itu sedang ditarik kapal tongkang ke tengah selat pada Minggu, sehari sebelum latihan perang itu digelar.

Video yang dihasilkan sehari setelahnya menunjukkan latihan mengerahkan sebuah rudal tergantung di perut sebuah helikopter atau drone itu. Poplar Mechanics mengatakan mirip Helikopter Shahed 278, produk domestik Iran dari Bell Jet Ranger yang berasal dari produksi 1970-an. Iran menerima cukup banyak helikopter jenis itu sebelum revolusi Islam pada 1979 dan karenanya telah melakukan beberapa kesuksesan membangun sendiri.

Rudal yang diusung kelihatannya baru dan jauh lebih kecil daripada yang diketahui selama ini digunakan Iran sebagai rudal antikapal. Helikopter Shahed 278 bukanlah helikopter yang berukuran besar dan rudal bercat biru pucat itu diperkiraka tak lebih dari 1,8 meter panjangnya.

Ukuran itu setara kelas Hellfire dengan hulu ledak 20 pon. Dengan ukurannya itu rudal diperkirakan tak akan mampu membuat kerusakan besar untuk obyek seukuran kapal induk Amerika yang bobotnya bisa mencapai 100 ribu ton dan panjang 300 meter.

Dalam video, rudal meleset dari sasaran dan menghantam air. Ini dianggap situs web Popular Mechanics lebih baik ketimbang Mei lalu saat Angkatan Laut Iran ditulisnya tak sengaja menenggelamkan kapal perangnya sendiri.

Video juga menunjukkan apa yang kelihatannya latihan untuk serangan anti-kapal perang dengan rudal balistik. Beberapa perwira mengenakan baju hazmat mengarahkan peluncuran beberapa rudal balistik jarak pendek Fateh 110. Iran membuat versi Fateh 110 untuk antikapal yang diberi nama Hormuz 1 yang bisa digunakan untuk menyerang kapal perang musuhnya di Teluk Persia.

Tehran Times menulis rudal balistik itu diluncurkan dari sistem kamuflase di bawah tanah, dan baru pertama kali dilakukan. Kemampuannya menghancurkan kapal perang dari jarak jauh diandalkan untuk melumpuhkan USS Nimitz yang disebut kerap 'seliweran' di Teluk Persia. Peluncuran rudal hingga sasaran dan seluruh latihan perang itu disebut dipantau untuk pertama kalinya pula oleh Satelit Noor-1.

Bagian akhir video menayangkan sebuah armada speedboat yang dikendarai Garda Revolusi bersenjata mengeliling kapal induk tiruan itu yang dikuti gambar kerusakan yang kelihatannya berasal dari lambung kapal induk palsu. Diduga pasukan penyelam itu menanam peledak atau ranjau.

Sebuah aksi pamungkas yang menurut Popular Mechanics sangat berbeda dengan situasi sebenarnya karena setiap kapal induk Amerika selalu dijaga dan dikawal kapal-kapal perang bersenjata berat dan penghancur.

Comment 0