juru bicara korban pencabulan Pendeta Hanny Layantara, Bethania.(foto: iNews.id/ihya ulumuddin)
juru bicara korban pencabulan Pendeta Hanny Layantara, Bethania.(foto: iNews.id/ihya ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Perbuatan cabul Pendeta Hanny Layantara terhadap korban IW, ternyata berlangsung cukup lama dan intens. Dalam sepekan, korban bisa dipaksa berbuat asusila hingga lima kali. Tindakan ini berlangsung sejak korban berusia 12 tahun.

“Perbuatan cabul itu berlangsung terus menerus. Satu minggu bisa sampai lima kali. Itu berlangsung dari tahun 2005 hingga 2009,” kata juru bicara korban, Bethania, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (16/7/2020).

Caranya, korban dipanggil lewat pesan pendek (SMS), dan diminta datang ke lantai empat, ruangan pendeta. “Setiap kali dipanggil, korban harus melaksanakan tugas (melayani nafsu bejat pendeta), dan dia harus datang,” katanya.

Sedangkan sejak tahun 2009, intensitas pencabulan mulai berkurang, dari lima kali menjadi dua kali sepekan. Hal itu terjadi setelah pelaku mengangkat anak asuh baru yang juga perempuan. “Apakah anak asuh baru juga mendapat perlakuan sama, kami tidak tahu,” katanya.

Diketahui, kasus ini mencuat setelah korban melalui juru bicara keluarga melapor ke SPKT Polda Jatim dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT, pada Rabu 20 Februari 2020.

Atas laporan ini, pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dianggap melanggar Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan atau Pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara.

Kini, perkara pencabulan tengah disidangkan di PN Surabaya. Sidang telah berlangsung selama empat kali dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Comment 0