Ilustrasi perawat pasien positif Covid-19 (freepik)

Nakita.id -Sudah hampir 3 bulan Indonesia kini berjuang melawan pandemi corona atau Covid-19.

Hingga Sabtu (30/5/2020) data Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 25.216 kasus.

Angka ini terus meningkat setiap harinya sejak pertama kali kasus corona ditemukan di Tanah Air.

Pemerintah telah mengerahkan segala upaya untuk memutus rantai penyebaran virus asal Wuhan, China ini.

Mulai dari imbauan karantina mandiri agar masyarakat belajar, bekerja, dan ibadah dari rumah, hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai kota.

Namun nampaknya upaya tersebut belum mampu menemukan titik terang yang akan mengakhiri wabah.

Masih banyak ditemukan masyarakat yang melanggar imbauan keras pemerintah yang berujung pada pertambahan kasus positif corona.

Padahal untuk merawat satu pasien positif corona, negara harus mengeluarkan biaya yang cukup fantastis.

Mengutip dari Kompas.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan perkiraan biaya perawatan pasien Covid-19.

Biaya pengobatan pasien Covid-19 tersebut harus ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

"Kalau kita lihat dari data-data, kena Covid itu per orang bisa Rp 105 juta. Kalau yang ada penyakit tambahan Rp 215 juta kalau enggak salah. Mahal banget,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (29/5/2020).

Terlebih kini saat berita ini ditulis, ada sebanyak 17,204 pasien positif Covid-19 yangtengah dirawat.

Oleh karena itu, Erick meminta masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan selama menjalani situasi new normal.

Pasalnya, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seperti dikutip dari Kompas.com, kasus Covid-19 tidak termasuk dalam hal yang bisa dicover oleh BPJS.

Sri Mulyani menjelaskan pendanaan pasien virus corona akan diambil dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2020 atau APBD.

Bendahara Negara itu pun memastikan pemerintah akan menanggung biaya perawatan pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Adapun alokasi anggaran untuk perawatan pasien virus corona tersebut disentralisasi melalui Kementerian Kesehatan.

Comment 0