Petugas ambulans yang mengenakan pakaian hazmat, tiba di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (5/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Uji spesimen terkait virus corona di Indonesia kembali mengalami penurunan sejak memecah rekor tertinggi pada Rabu (27/5) lalu. Hari ini, pemerintah menambah pemeriksaan 10.639 spesimen.

Meski melampaui target 10 ribu tes per hari, uji spesimen dalam dua hari terakhir mengalami penurunan angka. Pada Rabu, Indonesia mencapai rekor tertinggi sebanyak 14.313 spesimen, 11.495 pada Kamis (28/5), dan turun 856 menjadi 10.639.

"Total hingga kini, spesimen yang diperiksa sudah sebanyak 300.545. Ini semua kami periksa secara real time Polymerase chain reaction (PCR) dan TB-Tes Cepat Molekuler (TCM)," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto, dalam keterangan pers yang diterima kumparan.

Petugas medis menunjukkan hasil sampel saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Hari ini, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 678 orang. Secara total, angka penderita COVID-19 di Indonesia tembus 25.216 orang.

Sebagai catatan, pemeriksaan tes spesimen secara massal merupakan salah satu syarat agar suatu wilayah bisa menerapkan konsep new normal atau hidup dengan kebiasaan baru dan berdampingan dengan virus corona. Untuk bisa menerapkan hal itu, Presiden Jokowi menargetkan 10 ribu - 12 ribu spesimen diuji per hari.

Petugas medis mengambil sampel lendir dari seorang pedagang saat tes swab di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Berikut data spesimen yang diperiksa beberapa pekan terakhir:

Jumat 24 April: 64.054 spesimen (bertambah 4.119)

Sabtu 25 April: 67.828 spesimen (bertambah 3.774)

Minggu 26 April: 72. 099 spesimen (bertambah 4.271)

Senin 27 April: 75.157 spesimen (bertambah 3.058)

Selasa 28 April: 79.618 spesimen (bertambah 4.461)

Rabu 29 April: 86.985 spesimen (bertambah 7.367)

Kamis 30 April: 94.599 spesimen (bertambah 7.614)

Jumat 1 Mei: 102.305 spesimen (bertambah 7.706)

Sabtu 2 Mei: 107.934 spesimen (bertambah 5.638)

Minggu 3 Mei: 112.965 spesimen (bertambah 5.022)

Senin 4 Mei: 116.861 spesimen (bertambah 3.896)

Selasa 5 Mei: 121.547 (bertambah 4.686)

Rabu 6 Mei: 128.383 (bertambah 6.836)

Kamis 7 Mei: 134.151 (bertambah 5.768)

Jumat 8 Mei: 143.781 (bertambah 9.630)

Sabtu 9 Mei: 150.887 spesimen (bertambah 7.106)

Minggu 10 Mei: 158.273 spesimen (bertambah 7.386)

Senin 11 Mei: 161.351 spesimen (bertambah 3.078)

Selasa 12 Mei: 165.128 (bertambah 3.777)

Rabu 13 Mei: 169.195 (bertambah 4.067)

Kamis 14 Mei: 173.690 (bertambah 4.495)

Jumat 15 Mei: 178.602 (bertambah 4.912)

Sabtu 16 Mei: 182.818 (bertambah 4.216)

Minggu 17 Mei: 187.965 (bertambah 5.147)

Senin 18 Mei: 190.660 (bertambah 2.695)

Selasa 19 Mei: 202.936 (bertambah 12.276)

Rabu 20 Mei: 211.883 (bertambah 8.897)

Kamis 21 Mei: 219.975 (bertambah 8.092)

Jumat 22 Mei: 229.334 (bertambah 9.359)

Sabtu 23 Mei: 239.740 (bertambah 10.406) (catatan: data Kemenkes tertulis penambahan 10.617)

Minggu 24 Mei: 248.555 (bertambah 8.815)

Senin 25 Mei: 256.946 (bertambah 8.391)

Selasa 26 Mei: 264.098 (bertambah 7.152)

Rabu 27 Mei: 278.411 (bertambah 14.313)

Kamis 28 Mei: 289.906 (bertambah 11.495)

Jumat 29 Mei: 300.545 (bertambah 10.639)

---

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

Comment 0