Warga menggunakan masker berjalan di Mongkok, Hong Kong. Foto: REUTERS / Tyrone Siu

China merespons tindakan Inggris yang menawarkan kewarganegaraan bagi warga Hong Kong.

Beijing mengancam mereka dapat melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan tindakan Inggris.

Inggris menawarkan kewarganegaraan bagi warga Hong Kong setelah Beijing memberlakukan UU Keamanan yang dianggap akan memberangus demokrasi di Hong Kong. Inggris menganggap China mengingkari perjanjian pada 1997 dengan memutuskan menyetujui UU Keamanan.

Seorang demonstran mengibarkan bendera Amerika dan Inggris saat aksi “Menolak Lupa"di Hong Kong, China, Minggu (1/12). Foto: REUTERS/Leah Millis

Perjanjian 1997 adalah saat Inggris menyerahkan kedaulatan Hong Kong pada China. Ketika itu, China berjanji akan memberlakukan formula satu negara dua sistem di Hong Kong sampai 2047.

Namun, dengan pemberlakuan UU Keamanan, kebebasan dan demokrasi di Hong Kong yang seharusnya berlaku sampai 2047, mulai dikekang China.

Oleh karena itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menawarkan warga Hong Kong pemegang paspor British National Overseas (BNO) untuk pindah ke Negeri Ratu Elizabeth.

Polisi menangkap demonstran saat demo peringatan penyerahan Hong Kong ke China dari Inggris. Foto: Tyrone Siu/REUTERS

BNO adalah paspor yang diberikan Inggris kepada warga Hong Kong sebelum perjanjian 1997.

Ada 300 ribu pemegang paspor BNO di Hong Kong. Sementara 2,6 juta lainnya memenuhi syarat untuk mendapatkan BNO.

Menlu Inggris Dominic Raab mengatakan, warga Hong Kong dan keluarganya yang punya BNO memiliki hak bekerja dan belajar di Inggris selama lima tahun.

China meloloskan undang-undang keamanan yang memberikan negara itu wewenang baru atas Hong Kong. Foto: Tyrone Siu/Reuters

Mereka juga mendapat keistimewaan mengajukan status menetap dan menjadi warga negara Inggris.

Tawaran Inggris membuat China naik pitam. Kedutaan China di London menegaskan, seluruh warga Hong Kong adalah warga negara China.

"Bila Inggris melakukan perubahan sikap secara sepihak terhadap praktik relevan, maka mereka melanggar kebijakannya sendiri, hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional," ucap Kedutaan China di London.

"Dengan tegas kami menentang ini dan kami berhak mengambil tindakan yang sesuai," tegas Kedubes China di London.

Comment 0