Ilustrasi mahasiwa di salah satu kampus di Semarang terkena Herpes. Foto: Shutter Stock

Seorang mahasiswa di kampus di Semarang, Jateng, terkena penyakit herpes setelah mengontrak bersama temannya yang berjumlah 8 orang. Nasib nahas itu dialami oleh Andra (bukan nama sebenarnya) sekitar akhir tahun 2018.

Pria berumur 21 tahun itu awalnya ditawari oleh kakak angkatannya untuk mengontrak bersama. Tawaran itu Andra iyakan karena ia masih menjadi mahasiswa baru.

"Soalnya waktu itu nyari kos di sana rada susah, akhirnya direkomendasiin dari senior ada kontrakan. Ya sudah, seadanya dulu," kenang Andra kepada kumparan, Senin (13/7).

Kurang lebih enam bulan tinggal di kontrakan bersama itu, penghuni lainnya kerap membawa teman-temannya. Bahkan sejumlah orang tinggal dalam waktu yang cukup laman, tambah Andra.

Ia menegaskan, sejumlah penghuni juga kurang menjaga kebersihan. Selain itu, ada juga penghuni lain yang tidur di kamarnya. Hingga kemudian, hal itu menjadikan Andra terkena penyakit herpes.

"Sekitar mau liburan semester November-Desember 2018. Kurang tahu juga (kena herpes)," tambahnya.

Pada saat itu, ujar Andra, ia memergoki handuk miliknya dalam keadaan basah. Padahal barang itu sudah dijemur. Kemudian, handuk itu dicuci lagi. Setelah kembali dari kampus, handuk itu masih basah.

"Kok masih basah (handuknya), sudah ditanya tak ada yang jawab. Tapi masih kupakai meski basah karena tinggal satu handuknya. Tak ada gejala apa-apa," kata Andra.

Malamnya setelah memakai handuk itu, ia merasakan panas dan gatal hingga keluar bintik-bintik di area leher. Ia kemudian pergi ke apotek untuk mencari obat.

"Tidak ada perubahan, lambat laun makin nyebar ke leher akhirnya balik ke rumah," tambahnya.

Saat akan pulang ke rumah, ia menemukan obat yang persis dipakai oleh Andra di kontrakannya. Meski begitu, ia tak tahu siapa pemilik obat itu. Ia berasumsi ada orang yang memang terkena herpes. Entah temannya atau tamu yang datang ke kontrakannya.

Butuh satu bulan untuk sembuh dari herpes

Andra butuh satu bulan untuk sembuh dari penyakit herpesnya setelah berobat ke dokter. Beruntung, ia dalam kondisi libur kuliah, hingga kemudian penyakit itu tak mengganggu studinya.

"Dapet salep dari dokter kupakai tiap hari, jangan sering digaruk, diingetin dokter jangan sampai herpesnya ngelinkerin leher bisa nyawa taruhannya," ujar Andra.

Setelah sembuh dari herpes, Andra kemudian angkat kaki dari kontrakan itu. Ia berkemas untuk pindah ke tempat indekos yang baru. Ia langsung pamit dengan semua penghuni tanpa ada yang menanyakan penyakitnya.

Comment 0