Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

Beredar narasi bahwa istana meresmikan PKI diperbolehkan kembali hidup di Indonesia. Narasi ini beredar di media sosial, Selasa 14 Juli 2020.

Adalah akun facebook BEAD IRPANIRAWAN WUANJENK yang mengunggah sebuah tangkapan layar berisi foto Menteri Dalam Negeri saat itu, Tjahjo Kumolo dan narasi tersebut. Berikut narasi lengkapnya:

"ISTANA MERESMIKAN 

BAHWA PKI

DIPERBOLEHKAN

DI INDONESIA."

Penelusuran:

Dari penelusuran kami, klaim bahwa istana meresmikan PKI diperbolehkan kembali hidup di Indonesia, adalah salah. Faktanya, ini merupakan kabar bohong yang lagi-lagi muncul di tengah publik.

Kami dari tim Cek Fakta Medcom.id, setidaknya sudah dua kali mengulas narasi ini. Pertama pada Senin 9 Desember 2019 dan kedua, pada Selasa 28 April 2020.

"Kementerian Dalam Negeri telah membantah klaim tersebut," demikian laporan kami dalam ulasan sebelumnya.

Kesimpulan:

Klaim bahwa istana meresmikan PKI diperbolehkan kembali hidup di Indonesia, adalah salah. Faktanya, ini merupakan kabar bohong yang lagi-lagi muncul di tengah publik.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

 

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

Referensi:

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/JKRVZewK-cek-fakta-istana-meresmikan-pki-dan-diperbolehkan-di-indonesia

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/xkEYXp7k-istana-resmikan-pki-diperbolehkan-di-indonesia-ini-faktanya

http://archive.today/nyI20

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id**

Comment 0