Polisi mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan dalam lemari di rumah kontrakan warga di Tanjungpinang, Kepri, Senin (6/7/2020). (Foto: iNew/Humala Nasution)
Polisi mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan dalam lemari di rumah kontrakan warga di Tanjungpinang, Kepri, Senin (6/7/2020). (Foto: iNew/Humala Nasution)

TANJUNGPINANG, iNews.id – Sesosok mayat bayi laki-laki ditemukan dalam lemari di rumah salah satu kontrakan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (6/7/2020). Jasad bayi yang baru lahir itu ditemukan warga saat mencari kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Penemuan mayat ini menggegerkan warga sekitar Jalan DI Panjaitan Gang Delima, Tanjungpinang. Mayat bayi itu ditemukan dalam lemari rumah kontrakan yang dihuni seorang perempuan berinisial RS. Perempuan berusia sekitar 40 tahun itu diketahui tinggal sendiri di rumah kontrakannya.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Ipda Hendri mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, penemuan jasad bayi berawal ketika warga mendengar RS merintih kesakitan di rumah. Warga kemudian mendatangi rumah RS dan berencana membawanya ke rumah sakit.

“Jadi tetangga ini mendengar RS merintih kesakitan. Saat didatangi, RS tidur menghadap ke dinding. Ditanya sakit apa, si ibu tidak bisa menjawab. Makin lama, dia tampak makin kesakitan. Tetangganya ini berinisiatif membawa ke rumah sakit,” kata Hendri.

Setelah dibawa ke rumah sakit, tetangga kemudian mencoba mencari KTP dan kartu BPJS Kesehatan milik RS di rumahnya. Dua kartu itu dibutuhkan untuk proses administrasi di rumah sakit.

Namun, saat mencari dua kartu itu di lemari, warga tidak sengaja memegang sebuah kain. Setelah dicek, ternyata ada bayi di dalam dan sudah tidak bernyawa. Atas temuan itu, warga kemudian memberitahukan kepada pengurus RT setempat dan lurah, lalu melaporkan ke polisi.

Polisi yang mendatangi TKP kemudian mengevakuasi jasad bayi terbungkus kain dalam lemari. Kasus itu masih ditangani pihak kepolisian.

Selain memeriksa TKP, polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk beberapa orang tetangga penghuni rumah kontrakan. Sementara wanita yang diduga sebagai ibu bayi saat ini masih belum dapat dimintai keterangan lantaran masih dirawat di rumah sakit.

“Perempuan yang tinggal di rumah kontrakan itu dan diduga sebagai ibu bayi, belum bisa kami mintai keterangan. Dia masih sakit dan dirawat di rumah sakit,” kata Ipda Hendri.

Sementara Lurah Melayu Kota Piring Zulkifli mengatakan, pihaknya melaporkan kasus itu ke polisi setelah mendapat informasi dari warga.

“Iya, menurut warga, kronologinya berawal saat warga mencari kartu BPJS Kesehatan dan KTP si ibu yang sakit. Mereka malah menemukan bayi dalam lemari pakaian yang sudah tidak bernyawa. Informasinya bayi laki-laki,” kata Zulkifli.

Comment 0