Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan memiliki jumlah pengeluaran yang mencengangkan.
Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan memiliki jumlah pengeluaran yang mencengangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengeluaran Harry dan Meghan Markle yang sangat besar dikatakan menjadi salah satu pemicu konflik antara pasangan suami-istri tersebut dengan keluarga kerajaan Inggris. Hal ini diungkapkan dalam buku Royals At War yang ditulis oleh jurnalis investigatif Dylan Howard dan Andy Tillett.

Dalam laporan Dylan dan Andy, Harry dan Meghan sangat royal dalam membelanjakan uang untuk berbagai keperluan. Di masa kehamilan, Meghan diketahui mengikuti beberapa sesi akupuntur dengan biaya lebih dari 6.700 dolar AS atau sekitar Rp 97 juta.

Meghan juga mengikuti sesi pembacaan numerologi selama 12 pekan dengan biaya sebesar 4.515 dolar AS atau sekitar Rp 65,3 juta. Selain itu, Meghan dan Harry juga menjalani babymoon mewah dengan biaya 59.100 dolar AS atau sekitar Rp 854,5 juta.

Laporan tersebut juga mengungkapkan biaya baju hamil yang sangat besar untuk Meghan. Sepanjang 2018, Meghan menghabiskan 739 ribu dolar AS atau sekitar Rp 10,7 miliar untuk belanja baju.

Biaya ini belum termasuk gaun pengantin yang dia kenakan di hari pernikahan. Sebagai perbandingan, Kate Middleton menghabiskan total biaya belanja baju sebesar 123 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,8 miliar di tahun yang sama.

Selain itu, pengeluaran Meghan lainnya juga tak kalah mencengangkan. Beberapa di antaranya adalah pengeluaran untuk perhiasan, renovasi Frogmore, uang untuk ibunya, yaitu Doria hingga pengeluaran untuk perjalanan pribadi Meghan ke AS dan Kanada.

"Pengeluaran boros itu menjadi gosip staf istana dan orang dalam," ungkap sumber orang dalam dalam buku tersebut, seperti dilansir News.

Pola hidup yang boros ini dinilai Dylan dan Andy bertentangan dengan cara hidup kebanyakan anggota keluarga kerajaan. Keduanya mencontohkan, Ratu Elizabeth masih terbiasa menyiapkan sendiri sereal sarapan paginya yang disimpan dalam kontainer Tupperware meski sang Ratu memiliki harta kekayaan yang sangat besar.

Kebiasaan berhemat juga terlihat dari cara Putri Anne berpakaian. Meski bisa membeli berbagai baju, sang putri tampak sering menggunakan pakaian yang sama berulang kali. Sedangkan Pangeran Charles memiliki kebiasaan untuk menghabiskan sisa makanan di malam hari.

Akan tetapi, mundurnya Harry dan Meghan dari posisi anggota keluarga kerajaan bukan hanya dipicu oleh pengeluaran mereka yang boros. Keduanya memutuskan mundur karena terbentur aturan keluarga kerjaan sehingga tak bisa menjual branding diri mereka. Dylan dan Andy mengatakan keluarga kerajaan tak diizinkan untuk menjual atau memonitesasi branding diri mereka.

 

"Semua ini karena uang," jelas Dylan dan Andy.

Sebagai seorang kakak, Pangeran William sempat menyarankan Harry untuk berpikir baik-baik akan keputusannya menikahi Meghan. Akan tetapi, saran yang bermaksud baik itu ditanggapi secara berbeda oleh Harry.

Kate Middleton yang dulu juga menjalin hubungan baik dengan Harry sempat memberikan nasihat serupa. Istri dari Pangeran William tersebut menyarankan Harry untuk menjalani hubungannya dengan Meghan secara perlahan.

Kepada Harry, Kate sempat mengingatkan Harry secara halus bahwa dia sedang mengencani seseorang yang memiliki kehidupan, masa lalu dan karier yang sangat berbeda dengan Harry. Kate menilai hubungan Harry dan Meghan perlu dijalani secara perlahan sehingga memberikan kesempatan untuk keduanya saling beradaptasi.

"Dibutuhkan waktu, kepedulian dan perhatian agar mereka bisa bersatu," ungkap penulis seperti dilansir Daily Mail.

Namun, Harry akhirnya memutuskan untuk menikahi Meghan hanya dua tahun setelah mereka berkencan. Harry dan Meghan mengumumkan pertunangan mereka pada November 2017.

Setelah mundur dari posisi anggota keluarga kerajaan senior, Harry, Meghan dan anak mereka Archie kini menumpang tinggal di mansion milik pengusaha media Tyler Perry yang ada di Los Angeles, Amerika Serikat. Belum lama ini, ibu Meghan yaitu Doria juga ikut tinggal di mansion tersebut.

Comment 0