Jenazah PDP Covid-19 diambil paksa orang-orang bersenjata tajam

TRIBUNSTYLE.COM - Beredar video viral jenazah pasien dalam pengawasan atau PDP Covid-19 diambil paksa oleh ratusan orang bersenjata tajam.

Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan bagaimana detik-detik jenazah PDP virus corona di ambil paksa oleh ratusan orang di RS Dadi Makassar.

Tak hanya mengambil paksa jenazah PDP Covid-19, ratusan orang ini juga kedapatan membawa senjata tajam.

Para petugas RS Dadi Makassar tak mampu berbuat banyak saat ratusan orang bersenjata tajam itu mengambil paksa jenazah PDP Covid-19.

Dalam video yang kini viral di media sosial tampak jenazah PDP virus corona itu masih berada di ruang ICU RS Dadi Makassar.

Saat dikonfirmasi, direktur RS Dadi Makassar, dr Arman Bausat membenarkan peristiwa tersebut.

Jenazah PDP virus corona diambil paksa oleh ratusan orang bersenjata tajam (Facebook Jurnal Warga)

Menurutnya, PDP yang meninggal di rumah sakitnya tersebut merupakan pasien rujukan dari RS Akademis Jaury Makassar pada Senin (1/6/2020).

Pasien tersebut meninggal pada Rabu (3/6/2020).

Sebelumnya menderita batuk, demam tinggi, sesak napas, dan muntah.

Karena adanya gejala tersebut, status pasien saat itu masuk dalam kategori PDP.

Sehingga untuk pemakamannya akan dilakukan sesuai standar protokol Covid-19.

"Jadi kami langsung hubungi tim gugus tugas covid dan baru rencana akan dikafani, dishalatkan dan dimakamkan protap Covid-19 di Pemakaman Maccanda, Kabupaten Gowa.

Eh, datang pihak keluarganya langsung ambil paksa dan bawa pergi,” katanya menjelaskan.

Saat peristiwa pengambilan paksa jenazah tersebut, Arman mengatakan pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak.

Sebab, pihak keluarga memaksa membawa jenazah PDP tersebut untuk dibawa pulang.

Pertimbangan lainnya, proses penjemputan paksa yang dilakukan pihak keluarga dilakukan sekitar 100 orang dan membawa senjata tajam.

"Daripada dihalau, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi saya perintahkan langsung, biarkan saja agar tidak terjadi pertumpahan darah,” kata Arman saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2020).

Padahal saat jenazah itu diambil paksa, dijelaskan dia, petugas medis akan mengambil sampel pada korban.

Namun hal itu dibatalkan karena jenazah sudah terburu dibawa keluarga.

"Apa mau diperbuat? Karena jumlahnya hampir ratusan orang bawa senjata tajam.

Ya dibiarkan saja,” tuturnya.

Tata Cara Pengurusan dan Penguburan jenazah Pasien Covid-19

Berikut ini adalah tata caranya sesuai dengan protokol resmi WHO untuk pengurusan dan pengurusan jenazah pasien Covid-19 sebagaimana disalin dari laman indonesia.go.id.

1. Kementerian Agama RI

Mengutip dari situs resmi www.kemenag.go.id, Kementerian Agama telah menerbitkan tata cara umum mengurus jenazah pasien virus SARS COV-2, mulai dari cara memandikan hingga menguburkannya.

Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus, terhadap siapapun yang nantinya mengurus, memandikan, hingga menguburkan jenazah pasien.

Tata cara itu mengikuti aturan umum yang berlaku berdasarkan agama yang dianut dari jenazah pasien Covid-19.

Pengurusan Jenazah.

a. Memandikan jenazah pasien virus corona.

Perlu digarisbawahi, pengurusan jenazah pasien Covid-19 harus dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit, sesuai agama si korban, dan telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Jadi, tidak sembarang orang boleh mengurus proses pemakamannya.

b. Petugas kesehatan akan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

* Menggunakan pakaian pelindung, sarung tangan, hingga masker.

Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan terpisah dari pakaian biasa.

* Tidak makan, minum, merokok, ataupun menyentuh wajah selama berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.

* Selama memandikan jenazah, tidak berkontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.

* jenazah kemudian ditutup dengan kain kafan/bahan dari plastik (tidak dapat tembus air).

Jenazah yang sudah dikafani dan dibungkus plastik kemudian disemprot cairan klorin sebagai disinfektan.

Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar dan sebelumnya sudah disinfeksi.

Jenazah beragama Islam posisinya di dalam peti dimiringkan ke kanan.

Dengan demikian ketika dikuburkan jenazah menghadap ke arah kiblat.

Petugas pemakaman menurunkan jenazah pasien Covid-19 dari mobil ambulans saat akan dimakamkan di pemakaman khusus korban Covid-19 di Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2020). (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

* jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak seperti untuk kepentingan autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas.

* jenazah disemayamkan tidak lebih dari empat jam.

* Petugas selalu cuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Luka di tubuh petugas (jika ada), harus ditutup dengan plester atau perban tahan air.

* Sebisa mungkin menghindari risiko terluka akibat benda tajam.

* Semua petugas kesehatan yang telah mengurus proses pemulasaran hingga jenazah masuk peti dan pihak keluarga yang menyaksikan prosesi tersebut diwajibkan menjalani proses sterilisasi dengan disemprotkan cairan disinfektan ke bagian pakaian yang dikenakan serta selalu mencuci tangan. 

c. Selain itu, jika petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

* Segera bersihkan luka dengan air mengalir yang bersih
Jika luka tusuk tergolong kecil, biarkanlah darah keluar dengan sendirinya

* Semua insiden yang terjadi saat proses memandikan jenazah harus dilaporkan pada pengawas.

d. Jika jenazah beragama Islam, dilakukan prosesi salat jenazah dengan ketentuan berikut ini:

* Untuk pelaksanaan salat jenazah, dilakukan di rumah sakit rujukan. Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan disinfektasi setelah salat jenazah.

* Salat jenazah dilakukan sesegera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari empat jam.

* Salat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun oleh satu orang.

Setelah proses memandikan, jenazah pasien poistif corona telah siap dikuburkan.

Adapula yang dikremasi mengikuti ketentuan agama dari jenazah dengan kesepakatan keluarga.

Namun, proses penguburan jenazah pasien virus corona pun tidak boleh sembarangan.

Sebab, ada beberapa protokol yang harus dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus lewat tanah. 

Prosesi penguburan jenazah:

* jenazah harus dikubur dengan kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter.

Penguburan beberapa jenazah di dalam satu liang kubur dibolehkan karena kondisi darurat.

Bagi jenazah beragama Islam penguburannya dilakukan bersama dengan petinya.

Pemakaman jenazah dapat dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU).

* Tanah kuburan dari jenazah pasien virus corona harus diurus dengan hati-hati. Jika ada jenazah lain yang ingin dikuburkan, sebaiknya dimakamkan di area terpisah.

* Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.

Sebagian artikel ini sudah tayang di TribunTimur.com dengan judul Video Facebook Detik-detik jenazah Pasien Corona Diambil Paksa di Makassar, 100 Orang Bawa Senjata

Comment 0