Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis/Abdurachman
Pencatatan ini diawali oleh PT Mandala Multifinance Tbk. yang pada Selasa (7/7) resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2020. Surat berharga tersebut tercatat di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp150 miliar.

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam sepekan terakhir, Bursa Efek Indonesia diramaikan dengan pencatatan empat obligasi berkelanjutan dan dua sukuk mudharabah yang membuat total nominal emisi obligasi dan sukuk pada 2020 hingga saat ini mencapai Rp31,21 triliun. 

Berdasarkan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (11/7/2020), pencatatan ini diawali oleh PT Mandala Multifinance Tbk. yang pada Selasa (7/7) resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2020. Surat berharga tersebut tercatat di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp150 miliar.

PT Pemeringkatan Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan pemeringkatan idA (Single A) untuk Obligasi tersebut. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Adira Finance Tahap I Tahun 2020 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap I Tahun 2020, keduanya resmi tercatat di BEI pada Rabu (8/7).

Obligasi tersebut dicatatkan dengan jumlah nominal sebesar Rp1,3 triliun, sedangkan untuk Sukuk Mudharabah dicatatkan dengan nominal sebesar Rp200 miliar.

PEFINDO memberikan pemeringkatan idAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Pada keesokan hari, tepatnya Kamis (9/7), terdapat dua pencatatan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.  Pertama, Indonesia Eximbank mencatatkan Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank V Tahap I Tahun 2020 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap I Tahun 2020.

Obligasi tersebut dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp48 miliar, sedangkan untuk Sukuk Mudharabah dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp100 miliar. Hasil pemeringkatan yang diberikan PEFINDO untuk Obligasi ini adalah idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Pencatatan Obligasi dan Sukuk Mudharabah selanjutnya adalah dari PT Pegadaian (Persero) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap II Tahun 2020 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap II Tahun 2020. Keduanya resmi tercatat di BEI dengan jumlah nominal masing-masing Rp1,5 triliun dan Rpp500 miliar.

PEFINDO memberikan pemeringkatan idAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Dengan tambahan empat pencatatan obligasi dan sukuk tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat di BEI sepanjang tahun 2020 adalah 38 emisi dari 28 perusahaan tercatat senilai Rp31,21 triliun.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 432 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp424,81 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 119 perusahaan tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 97 seri dengan nilai nominal Rp3.122,07 triliun dan US$400 juta dan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp8,84 triliun.

Comment 0