kebutuhan asi bayi kebutuhan asi bayi baru lahir
kebutuhan asi bayi kebutuhan asi bayi baru lahir

Idealnya, pemberian ASI eksklusif sudah bisa dimulai segera setelah bayi baru lahir sampai usianya 6 bulan. Selanjutnya, bayi tetap diberikan ASI bersama dengan makanan pendampingnya sampai menginjak usia 2 tahun. Selama masa ASI eksklusif ini, penting untuk memerhatikan kecukupan ASI yang didapatkan bayi sudah sesuai dengan kebutuhan hariannya, tak terkeculi pada bayi baru lahir.
Sudahkah Anda tahu berapa jumlah ASI yang dibutuhkan oleh bayi di awal masa kehidupannya? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut, ya!

Berapa kebutuhan ASI bayi baru lahir?

Persediaan jumlah ASI setiap ibu yang sedang menyusui bisa berbeda-berbeda. Begitu pula dengan kebutuhan ASI masing-masing bayi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), volume dan komposisi zat gizi ASI pada setiap ibu menyusui disesuaikan oleh kebutuhan bayi.
Kebutuhan ASI untuk bayi yang baru lahir atau pertama kali menyusui biasanya belum terlalu banyak. Seiring bertambahnya usia bayi hari demi hari, bahkan berganti bulan, jumlah ASI yang dibutuhkan umumnya akan mengalami peningkatan.
Pada dasarnya, kebutuhan ASI masing-masing bayi tidak selalu sama, melainkan bisa berbeda-beda tergantung dari kemampuan tubuhnya. Secara umumnya, berikut rata-rata kebutuhan ASI bayi yang baru lahir:

  • Hari ke-1 kelahiran: 7 mililiter (ml)

  • Hari ke-2 kelahiran: 8-14 ml

  • Hari ke-3 kelahiran: 15-38 ml

  • Hari ke-4 kelahiran: 37-58 ml

  • Hari ke-5,6,dan 7 kelahiran: 59-65 ml

  • Hari ke-14: 66-88 ml

Di hari ke-5 dan ke-6 setelah dilahirkan, ASI yang dibutuhkan bayi berkisar antara 59-65 ml atau tidak jauh berbeda dengan hari ke-4 dan ke-7. Ini karena kebutuhan ASI bayi sudah mulai meningkat naik secara bertahap dari saat baru lahir sampai beberapa bulan setelahnya, sembari menyesuaikan dengan kemampuan menyusui.
Jika berat badan bayi yang baru lahir tampak sedikit mengalami penurunan, tak perlu khawatir. Pasalnya, berat badan bayi biasanya mulai bertambah lagi di sekitar hari kelima dan ketujuh setelah lahir.
Meski begitu, beberapa bayi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menambah berat badannya. Akan tetapi, umumnya berat badan bayi sudah meningkat di atas berat lahirnya saat menginjak usia 14 hari.

Berapa kebutuhan ASI bayi sampai usia 2 tahun?

Kebutuhan ASI bayi 1-6 bulan

Terhitung sejak dilahirkan sampai usia bayi genap 6 bulan, kebutuhan ASI harus terpenuhi dengan baik setiap harinya. Hal ini dikarenakan ASI merupakan makanan utama bayi selama 6 bulan pertama kehidupan alias ASI eksklusif.
Asupan ASI bayi biasanya akan meningkat dengan cepat selama minggu pertama kehidupan. Selanjutnya, di bulan pertama sampai keenam atau akhir masa ASI eksklusif, kebutuhan ASI bayi mengalami peningkatan yang cukup stabil.
Dengan kata lain, peningkatannya mungkin tidak secepat seperti pemberian ASI di minggu awal setelah lahir. Lagi-lagi, kebutuhan ASI setiap bayi mungkin akan berbeda-beda, terlebih seiring bertambahnya usia.
Nah, untuk bayi yang berusia 1-6 bulan atau selama ASI eksklusif, berikut rata-rata jumlah ASI yang dibutuhkan setiap harinya:

  • Bayi usia 1 bulan: 60-118 ml

  • Bayi usia 2-4 bulan: 119-147 ml

  • Bayi usia 4-5 bulan: 119-177 ml

  • Bayi usia 6 bulan: sekitar 236 ml

Kebutuhan ASI bayi selama masa ASI eksklusif memang cenderung mengalami peningkatan. Hanya saja, jadwal menyusui bayi, meliputi frekuensi dan rentang waktunya, bisa semakin berkurang seiring bertambahnya usia.
Ambil contohnya di bulan pertama, frekuensi menyusu bayi terhitung sekitar 8-12 kali sehari dengan rentang waktu 2-3 jam sekali. Sementara memasuki bulan kedua, frekuensi menyusu menurun menjadi 7-9 kali sehari, dan di bulan ketiga sampai kelima menjadi 7-8 kali sehari.
Rentang waktu bayi menyusui bisa hanya berkisar 2,5-3,5 jam sehari. Kemudian masuk usia 6 bulan, frekuensi menyusu mungkin hanya 4-6 kali sehari dengan rentang waktu 5-6 jam sekali.
Anda tak perlu khawatir mengenai lama waktu saat bayi menyusu. Sebab bayi sebenarnya tahu kapan waktu yang tepat untuk selesai menyusu, dan kapan masih harus terus menyusu.
Pada intinya, tugas Anda yakni selalu memberikan ASI kapan pun bayi membutuhkannya. Selanjutnya, biarkan ia yang menentukan sendiri kapan dirasa sudah kenyang dan cukup menyusu.

Kebutuhan ASI bayi usia 6-24 bulan

Ketika mulai masuk usia 6 bulan, kebutuhan ASI bayi tentu mengalami pengurangan. Akan tetapi, usia ini merupakan masa transisi bayi untuk mengenal makanan pendamping ASI (MPASI).
Pada usia 6 bulan sampai 2 tahun, selain mendapatkan ASI, bayi juga akan diberikan makanan dan minuman tambahan lainnya guna membantu memenuhi kebutuhan hariannya. Ini karena menurut WHO, di usia 6 bulan ke atas pemberian ASI saja sudah tidak mampu lagi untuk mencukupi kebutuhan harian bayi.
Jadi, bayi harus diberi asupan zat gizi lain dari tambahan makanan dan minuman agar kebutuhan hariannya tetap terpenuhi. Hal ini otomatis membuat kebutuhan ASI untuk bayi akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia.
Mengutip dari buku Penuntun Diet Anak yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Univeritas Indonesia, kebutuhan ASI bayi berbeda-beda di setiap kelompok usia. Pada usia 6-8 bulan, kebutuhan ASI bayi bisa lebih dari 148 ml, dengan frekuensi pemberian sekitar 4-6 kali dalam sehari.
Sedangkan saat bayi berusia 9-7 bulan, frekuensi pemberian ASI berkisar 4-5 kali sehari. Berbeda lagi jika usia bayi sudah masuk 12-24 bulan, frekuensi ASI yang diberikan berkisar kurang lebih 3 kali sehari.

Bagaimana cara tahu pemberian ASI sudah optimal?

Selama masa pemberian ASI, sebaiknya Anda rutin memantau kecukupan yang diperoleh bayi setiap harinya. Jika asupan ASI yang bayi dapatkan telah sesuai dengan kebutuhannya, biasanya akan diiringi dengan penambahan berat badan secara bertahap.
Kebutuhan ASI yang tercukupi dengan baik juga bisa menjadi tanda bahwa zat gizi yang dibutuhkan bayi setiap hari tidak kekurangan atau sudah terpenuhi. Ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan pegangan untuk menilai tercukupinya kebutuhan ASI eksklusif bayi baru lahir maupun setelah usia beberapa bulan, seperti:

  • Selambat-lambatnya pada hari ke-14 setelah dilahirkan, berat badan bayi sudah mengalami peningkatan.

  • Kenaikan berat badan bayi sekitar 25-30 gram/hari atau 750-900 gram/bulan, selama 3 bulan pertama kelahiran.

  • Kenaikan berat badan bayi sekitar 20 gram/hari atau 600 gram/bulan selama usia 4 sampai 6 bulan.

  • Urine yang dikeluarkan bayi banyak, jernih, dan tidak berbau tajam, dengan frekuensi sekitar 6-8 kali dalam sehari.

Dalam jangka panjangnya, tanda ketika kebutuhan ASI bayi sudah terpenuhi secara optimal yakni ada perubahan baik pada peningkatan berat badannya. Anda bisa memantau perkembangan berat badan bayi dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter anak.

Comment 0