Selain itu situs Jurdil 2019 dinilai melakukan kegiatan yang menganggu proses pelaksanaan Pemilu dan mencampuri pelaksanaan tugas dan wewenang penyelenggara Pemilu.

"Pada faktanya, PT Prawedanet Aliansi Teknologi melalukan Quick Count dan mempublikasikan hasil tersebut melalui Bravo Radio dan situs www.jurdil2019.orgdalam aplikasi maupun video tutorial di aplikasi Jurdil 201, yang memuat gambar atau simbol pendukung relawan salah satu paslon," jelas Fritz.

Comment 0