Artis Ike Muti menuding gagal mendapatkan proyek dari Pemprov DKI karena enggan menghapus foto dengan Presiden Jokowi.
Artis Ike Muti menuding gagal mendapatkan proyek dari Pemprov DKI karena enggan menghapus foto dengan Presiden Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Artis pemilik akun Instagram @ikemuti16 mengakui fitnah yamg dilakukannya. Bahkan, dia pun sudah menyampaikan koreksi atas unggahannya dan menghapus unggahan yang berisi informasi salah tentang Pemprov DKI Jakarta dan menjadi viral di media sosial.

Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta berharap, dengan klatifikasi dan permintaan maaf ini, ke depannya tidak lagi terjadi pemutarbalikan fakta dan kegaduhan atas soal yang non-substantif seperti ini.

Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, Yayan Yuhanah mengatakan, dirinya sudah membaca koreksi yang dilakukan oleh Ike Muti melalui akun Instagram pribadinya. Koreksi tersebut sudah diunggah oleh Ike Muti per tanggal 2 Agustus atau bertepatan dengan masa tenggat somasi yang ditentukan.

“Setelah adanya pengakuan dan koreksi dari Ike Muti, serta atas arahan dari Gubernur DKI Jakarta, maka kami anggap masalah yang berkaitan dengan unggahan tersebut sudah selesai,” ujarnya, Ahad (2/8).

Pemprov DKI Jakarta sendiri melalui Biro Hukum memberikan apresiasi atas koreksi dan permintaan maaf dari Ike Muti. Yayan berharap, agar pemutarbalikan fakta seperti ini tidak terulang lagi dan dapat menjadi pembelajaran bagi yang bersangkutan dan bagi masyarakat untuk menggunakan akal sehat, bijak dan kritis dalam berkomunikasi dengan menggunakan media sosial.

Yayan menilai, pentingnya memiliki ketelitian, obyektivitas dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi agar tidak ada kabar yang menyesatkan beredar di masyarakat. “Kejadian ini harus dijadikan pelajaran bagi semua,” tegasnya.

Sebelumnya, postingan Ike yang menuduh Pemprov DKI Jakarta, telah ia hapus dan berujung somasi oleh Biro Hukum Pemprov DKI. Ia mendapat somasi dan diberi waktu 2x24 jam untuk memberikan penjelasan atau klarifikasinya.

Melalui postingannya Ahad (2/8), Ike menjelaskan, awal mula masalah itu bisa terjadi. Ike menjelaskan, pada awalnya ia ditawari untuk mengikuti seleksi sebuah webseries. Ia pun mengirimkan foto ke agency Marantika yang dipercaya mencari talent dalam pembuatan webseries tersebut. 

Ike mendapatkan informasi dari Marantika, bahwa proyek tersebut adalah proyek dari pemprov DKI Jakarta. Bahkan, Marantika menjelaskan nantinya pemain terpilih akan berada satu frame dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Namun, Marantika kemudian memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak lolos dalam seleksi. Bahkan, Marantika meminta kepada Ike Muti untuk menghapus foto bersama Presiden Joko Widodo jika ingin lolos sebagai pemain webseries tersebut.

Ike Muti mengaku marah dan secara spontan dia menuliskan kekesalannya itu di sosial media. Yang diketahui oleh dia belakangan bahwa informasi oleh Marantika tersebut tidak benar. Ike kemudian menghapus postinganya tersebut dan meminta maaf secara resmi ke Pemprov DKI Jakarta.

Comment 0