Anies Ungkap DKI Pecah 3 Rekor Baru Covid-19. Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melaporkan rekor baru penambahan positif Covid-19.

Pandemi Covid-19 masih terus menghantui Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia sudah memiliki kasus pertama positif Covid-19. Upaya terus dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona Covid-19 ini.

Sayang, baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melaporkan rekor baru penambahan positif Covid-19. Dikatakan, DKI Jakarta sudah pecah tiga rekor baru penularan Covid-19.

Melansir dari akun Instagram aniesbaswedan, Senin (13/7/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.

Penambahan Kasus Baru

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan laporan terbaru dari Dinas Kesehatan Jakarta terkait virus Corona Covid-19. Menurut data laporan, kemarin (12/7/2020) DKI Jakarta memecahkan rekor baru.

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com

"Dalam seminggu terakhir ini, kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan harian. Dan hari ini (12/7/2020) yang tertinggi sejak kita menangani kasus di Jakarta," ungkap Anies Baswedan seperti yang dikutip dari akun Instagram-nya.

Jangan Anggap Ringan

Anies mengatakan setidaknya ada 404 kasus baru yang muncul. Tentu saja, hal ini tidak boleh dianggap mudah ataupun disepelekan.

"Ada 404 kasus baru, tidak boleh dianggap enteng," lapornya.

Active Finding Case

Diakuinya, sebagian besar dari penambahan kasus harian ini akibat dari gencarnya pemerintah melakukan yang disebut sebagai Active Finding Case.

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com

"Artinya kita tidak menunggu pasien di fasilitas kesehatan, tetapi puskesmas kita mengejar kasus positif di masyarakat. Jadi, bukan kita pasif, di Jakarta kita secara aktif melakukan tracing, lalu melakukan tasting. Dari situ kemudian mereka di isolasi, mereka yang ditemukan positif," jelasnya.

Lonjakan Tes PCR

Anies menyebut kemampuan tasting di Jakarta sudah mengalami peningkatan setiap saat. Kendati begitu, angka penambahan pasien positif Covid-19 terus bertambah.

"Tetapi angkanya tetap tinggi. Walaupun kita sudah meningkatkan kemampuan tasting, saat ini tes PCR di Jakarta per minggu itu sudah tiga kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh WHO dan kita akan terus meningkatkan kemampuan tasting kita," paparnya.

Melonjak Dua Kali Lipat

Anies juga menjelaskan bagaimana rasio positive rate sejak beberapa bulan sebelumnya hingga awal Bulan Juli ini. Akan tetapi, pada minggu kemarin atau tepatnya hari Minggu (12/7/2020) lonjakan terjadi hingga dua kali lipat.

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com

"Tanggal 2 Juli sampai 8 Juli ada 34.007 orang, positive rate nya ada 4,8%. Tetapi, hari ini (12/7/2020) angka positive rate itu menjadi 10,5%, melonjak dua kali lipat," ungkapnya.

Peringatan Keras

Melihat hasil laporan yang tak biasa, Anies Baswedan mengatakan ini merupakan peringatan keras. Tak hanya bagi pemerintah namun juga masyarakat luas khususnya warga Jakarta.

"Ini adalah satu peringatan bagi kita semua. Bahwa, kita harus lebih waspada, lebih disiplin. Karena itu saya secara khusus ingin menyampaikan ini kepada seluruh masyarakat Jakarta, jangan anggap enteng, jangan anggap ringan. Jangan merasa kita sudah terbebas dari wabah Covid-19," ucapnya.

"Lonjakan ini merupakan peringatan bagi kita semua, dan dalam perjalanan masa PSBB transisi ini sejak 4 Juni-12 Juli ini, kita menemukan 6.748 kasus baru. Memang karena kita aktif melakukan tracing, tetapi selama ini tambah kasusnya positive rate nya di bawah 5%," sambungnya.

Cluster Covid-19

Selama Bulan Juni hingga sekarang, cluster penyebaran Covid-19 ada di beberapa titik wilayah. Paling besar tetap berada di lingkungan rumah sakit.

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com

"Cluster terbesar otomatis adalah pasien rumah sakit, itu 45,26%. Kedua itu pasien komunitas 38% mereka yang berada di lingkungan kita. Lalu di mana, di pasar. Pasar itu 6,8% dan pekerja migran Indonesia 5,8%. Sisanya dari perkantoran," sebut Anies Baswedan.

Orang Tanpa Gejala

Jarang disadari dan banyak disepelekan, orang tanpa gejala banyak ditemukan dan cukup berbahaya. Anies Baswedan menyebut 66% pasien yang ditemukan semuanya merupakan OTG atau Orang Tanpa Gejala.

"Tetapi perlu saya ingatkan pada semua, 66% dari yang kita temukan adalah OTG (Orang tanpa gejala). Orang yang dia tidak sadar bahwa sudah terekspos," ungkapnya.

Terancam Kembali di Situasi Sebelumnya

Bukan tidak mungkin, Jakarta atau bahkan Indonesia kembali ke situasi sebelumnya. Di mana peraturan diberikan secara ketat kembali akibat penyebaran Covid-19 yang kian melonjak.

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com

"Harus ekstra hati-hati, jangan anggap enteng, jangan merasa kita sudah bebas dari Covid-19. Karena nanti kalau kondisi ini berlangsung terus, bukan tak mungkin kita akan kembali ke situasi sebelum ini," tegasnya.

Lokasi yang Harus Diwaspadai

Anies Baswedan juga mengingatkan kepada semua orang untuk lebih ekstra hati-hati. Terutama di beberapa lokasi yang memungkinkan terjadi lonjakan positif Covid-19.

"Karena itulah saya ingatkan kepada semuanya, ada titik-titik yang harus diwaspadai. Pertama, yang paling harus kita hati-hati adalah tempat transportasi umum. Di situ ada situasi menjaga jarak terasa sulit. Kedua, ada di pasar, kondisi di pasar sering ali membuat interaksi jadi pendek. Pastikan bahwa semuanya disiplin, kita pun melakukan pengawasan, pemantauan," paparnya.

Rem Darurat

Anies menegaskan kepada semua orang untuk berhati-hati dan saling mengingatkan. Dirinya mengatakan tidak ingin untuk menarik rem darurat (emergency break).

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com

"Bila itu terjadi maka kita semua harus kembali ke dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua yang akan merasakan kerepotan nya bila situasi ini berjalan terus," tandasnya.

Comment 0