Manchester United ketika berjumpa Bournemouth di pekan ke-33 Premier League 2019/2020, Sabtu (4/7/2020) malam WIB (c) AP Photo
Ole Gunnar Solskjaer diyakini masih butuh tambahan satu atau dua pemain lagi untuk menyempurnakan skuad Manchester United yang sekarang. Lini serang dan lini tengah sudah stabil, tapi lini belakang MU belum sempurna.

Bola.net - Ole Gunnar Solskjaer diyakini masih butuh tambahan satu atau dua pemain lagi untuk menyempurnakan skuad Manchester United yang sekarang. Lini serang dan lini tengah sudah stabil, tapi lini belakang MU belum sempurna.

Beberapa pekan terakhir, tepatnya sejak sepak bola bergulir kembali, MU mulai menemukan level terbaik mereka di bawah bimbingan Solskjaer. Ada duet Pogba-Fernandes di lini tengah dan kombinasi Martial-Rashford di lini serang.

Bek-bek MU pun tampil cukup baik. Wan-Bissaka dan Luke Shaw sudah tampil di level yang seharusnya. Lalu ada Harry Maguire yang tampil tangguh, tapi tampak kesulitan tanpa partner yang sepadan.

Ya, satu titik yang dinilai masih perlu diperkuat Solskjaer ada di pos bek tengah. Maguire sepertinya membutuhkan rekan yang lebih kuat dari Victor Lindelof atau Eric Bailly.

Bukan berarti Lindelof dan Bailly buruk, hanya Solskjaer membutuhkan satu pemain spesifik, yakni bek tengah kidal alias yang lebih dominan menggunakan kaki kiri.

Untuk itu, kali ini Squawka merumuskan 7 nama bek tengah kidal yang sesuai dengan kriteria MU, yang berarti masih muda dan berbakat.

Siapa saja mereka? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

Halaman 1 dari 7

1. Pau Torres (Villarreal)

View this post on Instagram

Primera derrota tras el reinicio de @laliga ante un gran rival, no fue nuestra noche, pero ya pensamos en lo que viene! 4 partidos y un objetivo que todos deseamos! #endavantmésquemai ⚽️💛

A post shared by Pau Torres (@pauttorres) on Jul 6, 2020 at 5:36am PDT

Villarreal tampil cukup impresif musim ini, ada di peringkat kelima, nomor tiga dalam jumlah gol terbanyak, dan hanya selisih 6 poin dari zona Liga Champions.

Ada banyak faktor penyebab kebangkitan Valencia, salah satunya adalah peran Torres sebagai ball-playing defender. Dia sangat tenang membawa bola untuk naik menyerang.

Tercatat, hanya Gerard Pique (2440), Sergio Ramos (1979), dan Clement Lenglet (1875) yang telah menorehkan jumlah operan lebih banyak dari Torres (1767) sejauh ini.

Halaman 2 dari 7

2. Alessandro Bastoni (Inter Milan)

View this post on Instagram

Una bella vittoria di squadra! +3 ⚫️🔵 #team #ForzaInter

A post shared by Alessandro Bastoni (@alessandrobastoni) on Jul 1, 2020 at 1:23pm PDT

Baru berusia 21 tahun, bek muda yang bisa menggusur posisi Diego Godin dari tim inti Inter Milan. Musim ini adalah musim terobosan Bastoni, yang sekarang jadi pemain inti dalam starting XI Antonio Conte.

Bastoni merupakan bek tengah sempurna, dengan fisik tangguh dan kecerdasan bermain. Bahkan kabarnya dia mulai mencuri perhatian Barcelona.

Bastoni cocok dengan pemain kriteria Solskjaer: muda, kaki kiri, bisa main di beberapa posisi.

Halaman 3 dari 7

3. Alessio Romagnoli (AC Milan)

View this post on Instagram

#JuveMilan #CoppaItalia 🔴⚫️ @acmilan

A post shared by Alessio Romagnoli (@alessio.romagnoli) on Jun 13, 2020 at 3:01am PDT

Masih dari kota Milan, tapi dari tim yang berwarna merah, ada bek tengah tangguh dengan kekuatan kaki kiri yang sudah terbukti: Romagnoli.

Dia baru 25 tahun tapi sudah dipercaya jadi kapten Milan. Sudah bertahun-tahun Milan harus berjuang mempertahankan Romagnoli dalam timnya, yang jelas tidak mudah.

Ada beberapa klub tertarik, termasuk Barcelona dan Atletico Madrid. Namun, sepertinya tidak ada salahnya jika Solskjaer meminta MU ikut mencoba.

Halaman 4 dari 7

4. David Alaba (Bayern Munchen)

View this post on Instagram

Every success is born out of faith. Double! Again!

A post shared by David Alaba (@da_27) on Jul 5, 2020 at 12:59pm PDT

Bek serbabisa, salah satu pemain terbaik Bayern Munchen musim ini. Dia memulai karier sebagai bek sayap, tapi musim ini lebih sering bermain menengah demi memberi ruang untuk Aphonso Davies.

Alaba terbiasa bermain menyerang, berani membawa bola, dan masih sangat tangguh saat bertahan. Dia pun terbiasa bermain dalam tim yang mendominasi penguasaan bola, pemain yang sangat dibutuhkan Solskjaer.

Situasinya pun menguntungkan. Kontrak Alaba bakal kedaluwarsa tahun depan, belum ada teken kontrak baru. Mungkin MU boleh mencoba merayunya.

Halaman 5 dari 7

5. Gabriel Magalhaes (Lille)

View this post on Instagram

@losclive ❤️

A post shared by Gabriel Magalhães (@_gabrielmagalhaes) on Jun 29, 2020 at 10:08am PDT

Lille tak pernah berhenti memproduksi pemain-pemain muda berbakat dan pemain teranyar yang dilahirkan pabrik mereka adalah Gabriel.

Dia tiba pada tahun 2017 lalu dari Brasil, perlahan-lahan berkembang, dan sekarang telah jadi salah satu piler penting. Gabriel pun masih 22 tahun, ada banyak ruang untuk berkembang.

Di Ligue 1, Gabriel menduduki peringkat ketiga dalam daftar operan terbanyak oleh bek tengah ke wilayah sepertiga akhir (195). Artinya, dia bisa memberikan umpan-umpan lambung yang presisi untuk rekan-rekan penyerang.

Halaman 6 dari 7

6. Tyrone Mings (Aston Villa)

View this post on Instagram

✊🏽 Its good to be back 🤗⚽️

A post shared by (@tyronemings) on Jun 18, 2020 at 2:08am PDT

Kali ini MU tak perlu mencari jauh-jauh, hanya perlu melihat lawan mereka di Premier League, Aston Villa. Kandidat yang satu ini punya keunggulan khusus karena sudah mengenal liga dan mengenal permainan MU.

Mings merupakan salah satu pemain terbaik Villa di musim yang terbilang kacau balau. Mereka beberapa kali tampil apik, tapi beberapa kali merosot dan menelan sejumlah kekalahan.

Kualitas Mings dapat dibuktikan dengan kesempatannya bermain di Timnas Inggris. Juga, harganya mungkin bisa lebih murah andai Villa gagal melepaskan diri dari zona degradasi.

Halaman 7 dari 7

7. Dan-Axel Zagadou (Borussia Dortmund)

View this post on Instagram

Beast 🐝 #bvb #zagadou #teamzagadou #echteliebe #3points #bundesliga

A post shared by Dan-Axel Zagadou (@zagadou2) on Aug 27, 2017 at 6:22am PDT

Zagadou merupakan bibit berbakat yang dipupuk PSG sejak tahun 2011 lalu, tapi karena tak kunjung mendapatkan kesempatan bermain, justru Borussia Dortmund yang memetik buahnya musim ini.

Potensinya mulai terlihat, sayangnya diganggu cedera ligamen lutut yang mengakhiri musimnya lebih cepat. Namun, sepertinya Zagadou siap tancap gas di musim 2020/21 mendatang.

Meski bertubuh besar, sekitar 1,95 meter, Zagadou punya kegesitan luar biasa. Dia bahkan bisa bermain di pos bek kiri jika kondisi memintanya.

Sumber: Squawka

Comment 0