Para pemain Manchester United (MU) merayakan Mason Greenwood ke gawang Bournemouth di Old Trafford
Para pemain Manchester United (MU) merayakan Mason Greenwood ke gawang Bournemouth di Old Trafford, Sabtu (4/7/2020). (Clive Brunskill/Pool via AP)

Manchester - Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, dikabarkan masih butuh beberapa tambahan pemain untuk membuat skuadnya menjadi penantang serius dalam perebutan gelar Premier League musim depan. Salah satu sektor yang penting dicarikan amunisi baru adalah lini belakang. 

Lini serang dan lini tengah sudah stabil, tapi lini belakang MU belum sempurna.

Beberapa pekan terakhir, tepatnya sejak sepak bola bergulir kembali, Setan Merah mulai menemukan level terbaik permainan di bawah bimbingan Solskjaer. Ada duet Paul Pogba dan Bruno Fernandes di lini tengah dan kombinasi Anthony Martial-Marcus Rashford di lini serang.

Bek-bek MU juga tampil cukup baik. Aaron Wan-Bissaka dan Luke Shaw sudah tampil di level yang seharusnya. Lalu ada Harry Maguire yang tampil tangguh, tapi tampak kesulitan tanpa partner yang sepadan.

Ya, satu titik yang dinilai masih perlu diperkuat Solskjaer ada di pos bek tengah. Maguire sepertinya membutuhkan rekan yang lebih kuat daripada Victor Lindelof atau Eric Bailly.

Bukan berarti Lindelof dan Bailly buruk, hanya Solskjaer membutuhkan satu pemain spesifik, yakni bek tengah kidal alias yang lebih dominan menggunakan kaki kiri.

Kali ini, Squawka merumuskan 7 bek tengah kidal yang sesuai dengan kriteria MU, yang berarti masih muda dan berbakat.

 

1. Pau Torres (Villarreal)   

Pau Torres (kanan) (AP Photo/Alberto Saiz)

Villarreal tampil cukup impresif musim ini, ada di peringkat kelima La Liga, nomor tiga dalam jumlah gol terbanyak, dan hanya selisih 6 poin dari zona Liga Champions.

Ada banyak faktor penyebab kebangkitan Valencia, salah satunya adalah peran Torres sebagai ball-playing defender. Dia sangat tenang membawa bola untuk naik menyerang.

Tercatat, hanya Gerard Pique (2.440), Sergio Ramos (1.979), dan Clement Lenglet (1.875) yang telah menorehkan jumlah operan lebih banyak dari Torres (1.767) sejauh ini.

 

2. Alessandro Bastoni (Inter Milan)   

Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni (kiri), berebut bola dengan striker Atalanta, Josep Ilicic, pada laga Serie A di Stadion San Siro, Milan,Sabtu (11/1) (AFP/Marco Bertorello)

Baru berusia 21 tahun, bek muda yang bisa menggusur posisi Diego Godin dari tim inti Inter Milan. Musim ini adalah musim terobosan Bastoni, yang sekarang jadi pemain inti dalam starting XI Antonio Conte.

Bastoni merupakan bek tengah sempurna, dengan fisik tangguh dan kecerdasan bermain. Bahkan kabarnya dia mulai mencuri perhatian Barcelona.

Bastoni cocok dengan pemain kriteria Solskjaer: muda, kaki kiri, bisa main di beberapa posisi.

 

3. Alessio Romagnoli (AC Milan)   

Alessio Romagnoli (AFP/Alberto Pizzoli)

Masih dari kota Milan, tapi dari tim yang berwarna merah, ada bek tengah tangguh dengan kekuatan kaki kiri yang sudah terbukti, yaitu Romagnoli.

Dia baru berusia 25 tahun tapi sudah dipercaya jadi kapten AC Milan. Sudah bertahun-tahun Milan harus berjuang mempertahankan Romagnoli dalam timnya, yang jelas tidak mudah.

Ada beberapa klub tertarik, termasuk Barcelona dan Atletico Madrid. Namun, sepertinya tidak ada salahnya jika Solskjaer meminta MU ikut mencoba.

 

4. David Alaba (Bayern Munchen)   

David Alaba (kiri) (AFP Photo/Daniel Leal-Olivas)

Bek serbabisa, salah satu pemain terbaik Bayern Munchen musim ini. Dia memulai karier sebagai bek sayap, tapi musim ini lebih sering bermain menengah demi memberi ruang untuk Aphonso Davies.

Alaba terbiasa bermain menyerang, berani membawa bola, dan masih sangat tangguh saat bertahan. Dia terbiasa bermain dalam tim yang mendominasi penguasaan bola, pemain yang sangat dibutuhkan Solskjaer.

Situasinya pun menguntungkan. Kontrak Alaba bakal kedaluwarsa tahun depan, belum ada teken kontrak baru. Mungkin MU boleh mencoba merayunya.

 

5. Gabriel Magalhaes (Lille)   

Lille tak pernah berhenti memproduksi pemain-pemain muda berbakat dan pemain teranyar yang dilahirkan pabrik mereka adalah Gabriel.

Dia tiba pada 2017 dari Brasil, perlahan-lahan berkembang, dan sekarang telah jadi salah satu pilar penting. Gabriel masih berusia 22 tahun, ada banyak ruang untuk berkembang.

Di Ligue 1, Gabriel menduduki peringkat ketiga dalam daftar operan terbanyak oleh bek tengah ke wilayah sepertiga akhir (195). Artinya, dia bisa memberikan umpan-umpan lambung yang presisi untuk rekan-rekan penyerang.

6. Tyrone Mings (Aston Villa)   

Pemain Aston Villa Tyrone Mings (kiri) berebut bola dengan pemain Chelsea Olivier Giroud dalam lanjutan Liga Inggris di Villa Park Stadium, Birmingham, Inggris, Minggu (21/6/2020) (Molly Darlington/Pool via AP)

Kali ini MU tak perlu mencari jauh-jauh, hanya perlu melihat lawan mereka di Premier League, Aston Villa. Kandidat yang satu ini punya keunggulan khusus karena sudah mengenal liga dan mengenal permainan MU.

Mings merupakan salah satu pemain terbaik Villa di musim yang terbilang kacau balau. Mereka beberapa kali tampil apik, tapi beberapa kali merosot dan menelan sejumlah kekalahan.

Kualitas Mings dapat dibuktikan dengan kesempatannya bermain di Timnas Inggris. Juga, harganya mungkin bisa lebih murah andai Villa gagal melepaskan diri dari zona degradasi.

 

7. Dan-Axel Zagadou (Borussia Dortmund)   

Borussia Dortmund (AFP/Patrik Stollarz)

Zagadou merupakan bibit berbakat yang dipupuk PSG sejak 2011, tapi karena tak kunjung mendapatkan kesempatan bermain, justru Borussia Dortmund yang memetik buahnya musim ini.

Potensinya mulai terlihat, sayangnya diganggu cedera ligamen lutut yang mengakhiri musimnya lebih cepat. Namun, sepertinya Zagadou siap tancap gas di musim 2020/21 mendatang.

Meski bertubuh besar, sekitar 1,95 meter, Zagadou punya kegesitan luar biasa. Dia bahkan bisa bermain di pos bek kiri jika kondisi memintanya.

Sumber: Squawka

Disadur dari: Bola.net (Penulis Richard Andreas, published: 8/7/2020) 

Comment 0