Ironisnya, kedua gadis itu masih berstatus sebagai pelajar!

Entah sebenarnya apa yang membuat para remaja berani melakukan hal-hal yang bisa dikatakan tidak sesuai dengan moral. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak anak remaja yang mengalami kemerosotan moral, apalagi di era digital seperti sekarang ini.

Kendati demikian, zaman tidak mungkin disalahkan, sebab kesiapan anak untuk tetap memegang teguh prinsip-prinsip moral di tengah jaman yang serba canggih ini adalah yang utama, sehingga mereka tidak akan mudah terjerumus dalam kenakalan remaja.

Sebuah video yang menampilkan dua remaja putri tengah berkelahi ramai dibicarakan di media sosial. Ironisnya lagi, dua anak di bawah umur itu berkelahi hanya karena rebutan cowok. Di usia yang seharusnya digunakan untuk belajar dan menata masa depan, mereka malah memperebutkan sesuatu yang tidak seharusnya.

Melansir Okezone.com (25/6/2020), peristiwa miris itu terjadi di Kota Lubuklinggau di mana kedua gadis remaja tersebut berkelahi di area GOR (Gedung Olahraga) Megang, Kecamatan Lubuklinggau II, Kota Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa membenarkan kejadian itu. Pihaknya sendiri mengetahui adanya video tersebut menjelang maghrib pada Selasa (23/6/2020). Setelah itu, pelaku yang melakukan perkelahian dan juga yang merekam aksi tidak pantas tersebut langsung ditelusuri.

Iya kita tahunya video itu menjelang maghrib, lalu langsung ditangani dan sekitar pukul 23.30 WIB sudah diketahui semua pelaku yang berkelahi sama yang merekam video perkelahian itu, jelasnya.

Baca juga : Tertangkap Kamera CCTV Dua Orang Pengendara Motor Tabrakan dan Berujung Baku Hantam

news.okezone.com
news.okezone.com

Video perkelahian dua gadis remaja yang menyebar itu berdurasi 30 detik, yang ternyata keduanya merupakan pelajar di bangku SMP dan SMK Kota Lubuklinggau. Mirisnya, siswi SMP dan siswi SMK tersebut berkelahi gara-gara rebutan cowok.

AKBP Mustofa menambahkan bahwa kedua pelaku termasuk yang merekam dan mengunggah video sudah diamankan.

Tadi pagi mereka kita amankan semuanya, ucapnya.

Akan tetapi pihaknya masih berusaha melakukan mediasi dengan beberapa orang dari kedua belah pihak agar bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Masih kita coba mediasi upayakan penyelesaian kekeluargaan dengan melibatkan semua pihak, baik itu KPAID, Guru dan juga orang tua kedua anak itu, jelasnya.

Selain dengan pihak-pihak itu, ia juga akan melakukan koordinasi mengenai kasus tersebut dengan Dinas Pendidikan. AKBP Mustofa sendiri menganggap peristiwa seperti itu tidak seharusnya terjadi, ia mengajak para orang tua untuk lebih mengawasi dan mengontrol pergaulan anak-anak mereka.

Mari kita awasi putra putri kita, guru, orang tua dan wali murid, masa depan anak-anak kita di tangan kita, kalau generasi mudanya seperti ini susah juga kita, terangnya.

Selain itu, ia juga memberi peringatan terhadap pelaku penyebaran video perkelahian tersebut. AKBP Mustofa berharap kejadian serupa tidak akan terulang kembali, sebab konten kekerasan seperti itu benar-benar dilarang dan sangat tidak layak untuk ditonton.

Jadi sebelum kita tindak dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak danUU IT (Informasi dan Teknologi), segera hapus konten kekerasan itu dan yang lain jangan sampai mengikuti, pungkasnya.

Baca juga : Takut Kehabisan Rendang, Dua Emak-emak ini Baku Hantam di Kondangan!

news.okezone.com
news.okezone.com

Sekali lagi peran orang tua memang sangat diperlukan dalam ikut membentuk generasi muda menjadi generasi yang berpegang pada moral. Sebab di usia yang penuh gejolak, mereka mungkin merasa ingin tahu mengenai banyak hal. Jika sampai melakukan sesuatu di luar batas, dikhawatirkan akan merusak masa depan mereka sendiri.

Comment 0