10 Kesalahan Sistem Komputer Paling Fatal di Dunia, Apa Saja?
Dampak kesalahan program dalam software komputer dapat menjadi begitu besar. Seperti meledaknya roket, bursa saham jatuh dan bahkan potensi menciptakan perang dunia ketiga. Ilustrasi/SINDOnews/Titus Jefika Heri Hendarmawan

KESALAHAN program dalam software komputer bukanlah hal yang bisa diremehkan. Dampaknya dapat menjadi begitu besar, seperti meledaknya roket, bursa saham jatuh dan bahkan potensi menciptakan perang dunia ketiga.

Berikut adalah daftar bencana terbesar yang diakibatkan kesalahan software atau sistem perangkat lunak.

1. Boeing 737 MAX

Boeing 737 MAX adalah varian dari jajaran Boeing 737. Versi terbaru pesawat buatan Boeing ini di-grounded secara global sejak Maret 2019, setelah terjadi dua kecelakaan dalam jangka waktu kurang dari lima bulan. (Baca juga: Sebagian Besar Negara Serentak Kandangkan Boeing 737 MAX 8)

Dua pesawat Boeing 737 MAX yang digunakan Lion Air JT 610 pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines ET 302 pada Maret 2019 terjatuh saat akan lepas landas dan menewaskan total 346 orang. Fitur baru dari 737 Max, sistem augmentasi karakteristik manuver/ Manoeuvring Characteristics Augmentation System (MCAS) diduga kuat menjadi penyebab dua kecelakaan Boeing 737 MAX.

2. ILOVEYOU

ILOVEYOU alias LoveLetter adalah worm komputer yang berhasil menyerang puluhan juta komputer Windows pada 2000. Worm tersebut dikirim sebagai lampiran pesan email dengan teks "ILOVEYOU" di baris subjek dan lampiran "A-LOVE-LETTER-FOR-YOU.TXT.vbs.

Worm adalah program yang dapat mereplikasi diri dari sistem ke sistem tanpa menggunakan file hos. LOVEYOU dimulai di Filipina dan menyebar ke Hong Kong, Eropa, dan akhirnya AS. (Baca juga: China Sebut AS 'Empire Of Hackers')

Malware ini menyebabkan kerugian sekitar USD15 miliar karena terhapusnya berbagai sistem komputer. Sebanyak 50 juta infeksi di sistem komputer dilaporkan terjadi akibat virus ini hanya dalam kurun waktu sepuluh hari.

3. Spectre

Spectre mirip dengan Meltdown dan ditemukan pada 2018.Secara singkat, Spectre memungkinkan sebuah malware mengakali suatu aplikasi. Aplikasi tersebut diminta menarik suatu informasi sensitif, dan menampilkannya pada aplikasi lain yang dijalankan dengan prosesor yang sama. (Baca juga: Dampak Meltdown dan Spectre Tetap Harus Diwaspadai)

Spectre bekerja dengan menipu program untuk mengakses memori yang tampaknya tidak bersalah tetapi sebenarnya memungkinkan penyerang untuk membaca data ini dan berpotensi mengambil informasi sensitif tanpa persetujuan pengguna.

4. Meltdown

Metldown adalah sebuah kekurangan yang ditemukan di sejumlah prosesor Intel, ARM dan AMD yang memungkinkan hacker untuk mengakses kata kunci, kunci enkripsi dan informasi pribadi lainnya dari aplikasi terbuka. Virus Meltdown digunakan untuk menyadap, membobol, dan mencuri data atau sandi dari komputer orang lain.

Jika Spectre dapat mencuri data dari prosesor modern dari perusahaan manapun, Meltdown hanya menyerang prosesor Intel. Pihak Intel sebenarnya telah merilis sistem keamanan darurat untuk melindungi dari Meltdown namun meluasnya virus ini membuat hasilnya belum maksimal. (Baca juga: Sebar Inspirasi lewat Microblog, Ngeblog Masa Kini via Instagram)

5. Sistem Rudal Patriot di Perang Teluk

Sistem rudal Patriot adalah sistem rudal yang dikembangkan Amerika Serikat dalam Perang Teluk 1991. Saat Perang Teluk, sistem rudal Patriot di Dhahran, Arab Saudi yang telah beroperasi selama 100 jam mengalami kesalahan konversi dalam menghitung waktu. Nilai bertambah besar apabila sistem bekerja lebih lama. (Baca juga: AS Tarik Rudal Patriot, Arab Saudi Siap Kerahkan Sistem Rudalnya Sendiri)

Akibatnya jam internal melayang 0,34 detik. Israel telah mendeteksi masalah ini dua minggu sebelumnya dan menyarankan AS secara berkala menyalakan kembali sistem komputer namun ini tidak dilakukan. Pada 25 Februari 1991, sebuah rudal balistik "Scud" Irak menghantam barak-barak Angkatan Darat AS di Dhahran, menewaskan 28 tentara AS.

6. WannaCry

Pada Mei 2017 terjadi serangan ransomware wannaCry di seluruh dunia yang menginfeksi komputer berbasis Windows. WannaCry atau Wanna Decryptor (WCRY) itu terdeteksi sebagai Win32/Filecoder.WannaCryptor.D trojan. Sedang ransomware adalah bentuk perangkat lunak berbahaya yang mengenkripsi data pengguna dan membuatnya tidak dapat digunakan.

Serangan global itu melumpuhkan berbagai perangkat dan jaringan komputer berbagai negara di dunia. Di antaranya mengganggu produksi pabrik mobil Prancis, Renault, mengusik sistem Bank Sentral Rusia, serta mengacaukan sistem jaminan kesehatan nasional Inggris. (Baca juga: Langkah Ini Dapat Mencegah Serangan Ransomware Wannacry)

7. Stuxnet

Sebuah virus komputer yang dirancang untuk menyerang sistem industri muncul secara luas. Fasilitas nuklir di Iran diduga salah satu target serangan virus tersebut. Stuxnet disebut-sebut para pakar keamanan sebagai bentuk senjata cyber yang menjadi sarana terorisme di dunia maya. (Lihat grafis: Ledakan Dahsyat Guncang Iran, Diduga di Situs Nuklir Militer)

Serangannya tidak hanya mencuri informasi di komputer korban, namun mengambil alih sistem kontrol berbasis mesin. Sampai saat ini belum diketahui siapa di balik Stuxnet ini namun kabarnya Amerika Serikat dan Israel berada di balik serangan virus cyberweapon yang mereka kembangkan sejak tahun 2005 ini.

8. Knight Capital Group

Knight Capital Group Inc, salah satu market-maker terdepan di bursa saham AS mengalami goncangan pada Agustus 2012 setelah mengalami kerugian trading USD440 juta (sekitar Rp4,2 triliun). Hal ini disebabkan oleh kesalahan teknis dalam software yang menghilangkan sebagian besar modalnya.

Masalah ini terjadi ketika software trading Knight mengirim trades palsu bertubi-tubi ke bursa selama 45 menit dan menyebabkan Knight merugi besar dalam beberapa saham yang dibelinya pada harga tinggi.

9. Kecelakaan Roket Ariane 5

Ariane 5 adalah kelas roket ruang berat yang diciptakan oleh sekitar 20 negara Eropa. Pada 4 Juni 1996, roket tak berawak Ariane 5 diluncurkan oleh European Space Agency dan meledak hanya empat puluh detik setelah meluncur dari Kourou, Guyana Prancis.

Roket terpaksa diledakkan dan dihancurkan dengan alasan keselamatan (safety). Barang bawaan berupa 4 buah satelit juga terpaksa dihancurkan dan mengakibatkan kerugian lebih dari USD600 juta. Belakangan diketahui penyebab kecelakaan adalah overflow saat mengonversi sebuah nilai floating 64 bit dalam software.

10. Orbiter Iklim Mars

Mars Climate Orbiter (MCO), awalnya disebut Mars Surveyor '98 Orbiter, adalah misi NASA ke planet Mars pada 1998-1999 yang mengalami kegagalan. Mars Climate Orbiter merupakan wahana angkasa tak berawak yang diluncurkan pada 11 Desember 1998. Pada 23 September 1999, saat Mars Climate Orbiter mengelilingi Mars, NASA kehilangan komunikasi dengan wahana ini, yang kemungkinan hancur di atmosfer. (Baca juga: Bulan Depan, UEA Luncurkan Misi Pertama ke Planet Mars)

Hal ini diakibatkan oleh kesalahan perhitungan di mana perhitungan dilakukan dengan menggunakan satuan pon-detik (lbf×s) dan bukan Newton-detik (N×s) yang biasa dipakai dalam pemrograman perangkat lunak. Akibatnya wahana ini berada pada ketinggian terlalu rendah sehingga terbakar di atmosfer.

Sumber: www.listverse.com

Comment 0