Trending Twitter: Hati-hati Pilih Font, Desainer Ini Ditagih Rp 12 Juta untuk Royalti

Trending Now! Dipublikasikan 04.08, 11/03/2020
Source: flickr
Source: flickr

Para desainer grafis pasti pernah kesulitan mencari-cari font yang bagus namun gratis dan bebas digunakan untuk apapun. Internet secara luas banyak menyediakan pilihan-pilihan font menarik yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi ataupun bisnis. Tetapi, kalian perlu mencermati aturan penggunaan yang tertera pada keterangan font tersebut. @ganeca__ di Twitter telah membuat thread yang membukakan pengetahuan warganet mengenai copyright, lewat kisah yang tidak mengenakan.

Dari cerita yang ia dapat dari kakak kelas di SMA-nya, ada seorang desainer grafis yang telah bekerja paruh waktu selama 3 tahun di sebuah agensi. Ia men-download font dari d4font, yang lalu digunakan dalam proyek yang sedang dikerjakaannya. Setelah hasil karyanya telah dipublikasikan, kantor agensinya mendapat email dari pembuat font yang meminta uang royalti sebesar Rp 12 juta karena telah menggunakan font tersebut. Karena agensi di mana ia bekerja tidak mau ikut campur pada masalah tersebut, tagihan royalti tersebut dibebankan sepenuhnya pada desainer grafis tersebut yang alhasil harus membayar Rp 12 juta dari koceknya sendiri.

Dapet dari instagram kakak kelas SMA. Hati-hati ya gais terutama desainer grafis nih… sebelum download font harus perhatiin nih kyk keterangan di font nya apakah ada keterangan komersil apa tidak:”) pic.twitter.com/wJ3AkiG7GO

— Gavriella Diandra Ganesh (@ganeca__) March 9, 2020

Sebelum kalian memilih menggunakan suatu font untuk keperluan komersial atau bisnis, kalian perlu mencermati terms of use alias peraturan penggunaan font tersebut. Meskipun gratis, terdapat peraturan penggunaan font yang mengizinkan jika font tersebut boleh digunakan untuk keperluan komersial, atau hanya boleh digunakan untuk keperluan pribadi sehingga tidak boleh dipublikasikan.

Jika peraturan penggunaan font menuliskan 'free for commercial use', maka font tersebut dapat digunakan untuk keperluan bisnis apapun dan dapat dipublikasikan sesuai keinginan kita. Namun, jika tulisannya adalah 'free for PERSONAL use', maka font tersebut tidak dapat digunakan untuk proyek kepentingan komersial. Jika ketahuan, maka kalian akan mendapati surat tagihan yang menuntut biaya royalti karena telah menggunakan font tersebut untuk keperluan komersial. 

Banyak warganet yang merespon kisah di thread tersebut, salah satunya @retnaniplanet menyayangkan pihak agensi angkat tangan akan masalah ini.

Yang dapet keuntungan dr desain siapa? Kalo agensi yg terima duit, yg tanggung jawab HARUS AGENSI.

— Retnani A (@retnaniplanet) March 10, 2020

Banyak desainer grafis lainnya yang berkomentar dan memberikan solusi agar terhindar dari masalah royalti. 

Ati2 jg yg make software bajakan (crack2an) klo hasilnya diuangin dan ketauan (brrti project gede) bisa kena tuntut jg.

— micin (@boembokatjang) March 9, 2020

Ada thread berguna buat yg pengen bikin font sendiri buat menghindari licensi. Bisa di tengok yak. Yg td nanya cara bikin font gimana ini salah satunya. https://t.co/sBUVjV4lvs https://t.co/Mk2XqDUjXa

— Gavriella Diandra Ganesh (@ganeca__) March 10, 2020

untuk yg sering download di dafont, biasanya di sebelah kanan preview font ada tombol buat download, nah diatas tombol download biasanya ada tulisan lagi, dari situ bisa diliat. w infoin setau w aja
100% free = udh jelas ini gratis pic.twitter.com/2Ah12apXwT

— dwi. (@ybtrry) March 10, 2020