Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Ibu yang Digugat Anaknya Rp1,6 Miliar Berharap Damai

Kompas.com Dipublikasikan 07.18, 06/03/2018 • Kontributor Bandung, Agie Permadi
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ibu Cicih (78) didampingi anggota kuasa hukumnya Sulistya Panca Wijayanti tengah berjalan di lobi menuju ruang mediasi di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Marthadinata, Kota Bandung, Selasa (6/3/2018). (Kompas.com/Agie Permadi)

BANDUNG, KOMPAS.com - Kuasa hukum penggugat Tina Yulianti Gunawan menyatakan mediasi kasus yang membelit Cicih (78) yang digugat oleh keempat anaknya terkait jual beli tanah warisan kemungkinan lanjut ke proses pengadilan. 

Menanggapi hal tersebut, Cicih (78) masih berharap mediasi ini tidak berlanjut ke ranah sidang pengadilan. Meski begitu, saat ini Cicih hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan anak-anak yang menggugatnya tersebut.

"Kalau sidang ya ibu mah ngikut saja gimana anak-anak," katanya di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Marthadinata, Selasa (6/3/2018). 

Pihaknya berharap ada titik terang dalam mediasi saat ini yang beragendakan keputusan mediasi. "Maunya damai," lirih Cicih.

Terkait kerugian materi sebesar Rp1,6 miliar dalam gugatan yang dilayangkan keempat anaknya itu, Cicih mengaku bahwa dirinya tidak memiliki uang sebesar itu. 

"Ibu mah jangankan membayarkan, uang saja gak punya, itu mah apabila anak-anak mau mengembalikan (uang yang dibayarkan tergugat II (bidan Iis Rila Sundari) ya silakan, sama bu bidan diterima. Gitu," tuturnya.

"Kalau anak-anak punya uang, berani mengembalikan lagi (uang) ke bu bidan, itu mah terserah," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Hakim Mediator Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung menyarankan agar Cicih dan keempat anaknya memusyawarahkan permasalahan keluarga di rumah. Usulan tersebut pun disetujui kedua belah pihak dengan harapan keduanya bisa berbicara dari hati ke hati, dan menemukan ada titik temu atas persoalan tersebut.

Namun upaya musyawarah internal keluarga antara empat anak yang menggugat ibunya, Cicih (78), di kediamannya di Jalan Embah Jaksa, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung pada Selasa (27/2/2018) lalu mengalami jalan buntu. 

Kuasa hukum penggugat Tina Yulianti Gunawan menilai, resume hasil mediasi pertama dari pihak tergugat terkait keinginan dan solusi dari pihak tergugat (Ibu Cicih) tidak masuk akal. Oleh karena itu, pihaknya berencana melanjutkan gugatan itu ke persidangan.

"Intinya adalah bahwa apapun yang di-resume-kan atau yang dituntut pihak tergugat dan turut tergugat itu sangat tidak masuk akal bagi kami, sehingga kami akan melanjutkan proses persidangannya," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, proses mediasi saat ini masih berlangsung dan belum ada keputusan apakah kasus ini akan dilanjutkan ke proses pengadilan atau tidak. 

Penulis: Kontributor Bandung, Agie PermadiEditor: Farid Assifa

Artikel Asli