Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Ibu Sekap 3 Anak Selama Setahun di Malang Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Merdeka.com Dipublikasikan 06.48, 04/01/2018
Ibu sekap tiga anak. ©2018 Merdeka.com
“Anak-anak kondisinya memperhatikan sehingga butuh gerak cepat. Ketiga anak tersebut segera dievakuasi ke polindes, kalau ibunya ke RSJ,” kata Supari kepada wartawan, Rabu (3/1).

Polisi membawa ALK (37) ibu kandung yang menyekap tiga anaknya selama satu tahun ke rumah sakit jiwa. Sedangkan, ketiga anaknya mendapatkan perawatan dan pendampingan.

Demikian diungkapkan Kapolsek Bululawang, Kompol Supari.

"Anak-anak kondisinya memperhatikan sehingga butuh gerak cepat. Ketiga anak tersebut segera dievakuasi ke polindes, kalau ibunya ke RSJ," kata Supari kepada wartawan, Rabu (3/1).

Polisi, lanjut Supari, tidak mendapati kasus hukum. Sebab, penyidik tidak menemukan unsur kekerasan ke si anak, terlebih ALK mengalami gangguan jiwa.

"Karena tidak ada unsur kekerasan pada anak-anak, apalagi kondisi ibunya mengalami gangguan jiwa. Sehingga tidak ada tuntutan (hukum) pada yang bersangkutan. Tetapi mereka perlu disembuhkan, dirawat agar tidak ada perlakuan seperti ini," jelasnya.

ALK (37) menyekap ketiga anaknya masing-masing KN (13), ZS (11) dan DNZ (6) selama sekitar satu tahun di rumahnya. ALK diduga mengalami depresi berat akibat perceraian dengan suaminya, Muhammad Romli.

Ketiga putrinya itu tidak diperbolehkan keluar rumah yang ditinggalinya di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sehari-hari ketiga anak tersebut tidak boleh bergaul dengan tetangga kanan dan kiri. Pintu rumah dan cendela ditutup rapat, bahkan cahaya tidak boleh masuk.

"Ketiganya sudah tidak bersekolah sekitar tiga tahun," tegasnya.

Kata Supari, tidak ditemukan adanya kekerasan secara fisik yang dilakukan ALK terhadap anak-anaknya. ALK juga tidak melakukan ancaman terhadap ketiga anak-anaknya dalam penyekapan tersebut.

"Nggak ada (ancaman). Cuma anak-anaknya kasihan tidak bisa aktivitas keluar rumah. Kondisinya juga gizi kurang, sehingga diputuskan untuk mengamankan ketiganya, biar kondisi cepat membaik dan ibunya segera membaik," katanya.

Anak-anak yang usia wajib sekolah, ternyata tidak bisa sekolah. Kejadiannya sendiri sudah hampir satu tahun, tetapi baru dilaporkan sekitar dua minggu lalu.

Kata Supari, anak-anak tersebut berada dalam rumah yang dirantai pintunya dan dikunci. Cendela dan ventilasi udaranya ditutup dengan terpal, kayu dan berbagai kain agar tidak terlihat dari luar.
"Saat dievakuasi, anak-anak ada yang tidur-tiduran. Ibunya sempat berontak, tetapi kondisi tiga anak yang memperhatikan, kita tetap memaksa dievakuasi," katanya.

Kesehatan anak-anak tersebut juga terganggu ditandai dengan gatal-gatal dan tidak terdapat sinar matahari. Selain itu juga mengalami kekurangan gizi yang secara fisik terlihat kurus.

"Ibunya ini hanya penjahit, hanya ibunya yang keluar mungkin belanja. Anaknya tidak boleh keluar dan bermain dengan tetangganya," terangnya.

Petugas melakukan upaya paksa demi mengamankan ketiga anak tersebut dan ibunya agar mendapat perawatan yang memadai.

Artikel Asli