Kematian Melonjak Karena Corona?

CP name
OPINI.id
Reporter
Upload Date & Time
Update Date & Time
1,266 Ditonton

Data yang dirilis pemerintah sebut kalau 'hanya' ada 111 jiwa warga Jakarta yang melayang karena COVID-19 per tanggal 5 April. Padahal, Dinas Pertamanan Pemakaman Jakarta catat kalau lonjakan warga Jakarta yang dimakamkan di berbagai TPU se-ibukota itu sampai ribuan. Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Anies Rasyid Baswedan curiga lonjakan angka kematian itu mengindikasikan bahwa jumlah korban jiwa akibat virus corona baru, COVID-19, mungkin lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi.

Dilansir dari Reuters, ada sekitar 4.400 penguburan terjadi pada bulan Maret. Angka itu, 40 persen lebih tinggi dari bulan apa pun sejak Januari 2018. Ibu Kota ini telah menjadi pusat infeksi COVID-19 di Indonesia. Menurut data pemerintah pusat, ada lebih dari 1.100 kasus dan lebih dari 110 kematian di Jakarta. Angka itu kira-kira setengah dari total kasus dan kematian nasional.

Baca juga:

Gubernur Anies dan beberapa ahli kesehatan masyarakat mencurigai jumlah kasus infeksi dan kematian di Jakarta yang dilaporkan saat ini karena salah satu tingkat tes Covid-19 terendah di dunia. "Ini sangat mengganggu," kata Anies kepada Reuters merujuk pada statistik pemakaman. "Saya sedang berjuang untuk mencari tahu alasan sebenarnya selain kematian COVID-19 yang tidak dilaporkan." Kekhawatiran Anies bisa aja masuk akal. Soalnya kalau benar banyak kasus kematian karena COVID-19 yang gak tercatat, berarti ada banyak juga ODP yang lagi berkeliaran. Hii!

Komentar (0)