LINE TODAY

Vitamin C adalah vitamin esensial yang dibutuhkan oleh sejumlah fungsi dasar tubuh, salah satunya kesehatan kulit.

Kulit putih dan halus masih menjadi dambaan bagi sebagian besar wanita. Sayangnya, sejumlah faktor memainkan peran besar dalam penuaan kulit yang cukup sulit untuk dihindari. Kulit kusam dan kering sering disebut sebagai hasil dari radiasi sinar UV dan polusi. Tetapi, tanpa adanya ekspos berlebihan terhadap sinar UV, kulit pun tetap bisa menua akibat proses perubahan hormon alami yang menyebabkan tekstur kulit menipis, terlihat pucat, berkeriput, dan kering dari dalam.

Selain krim dan losion pemutih, ada satu tren dunia kecantikan yang diklaim bisa mencegah keriput dan memutihkan kulit dengan instan: suntik putih.

Apa itu suntik putih?

Suntik putih adalah kombinasi dari larutan vitamin C dan bahan-bahan lainnya, seperti gluthatione atau kolagen. Larutan ini cenderung tidak berwarna hingga sedikit berwarna kekuningan.

Selama prosedur ini, larutan vitamin C akan disuntikkan secara lambat (sekitar 5 menit) ke dalam pembuluh darah di lipatan lengan atau punggung tangan.

Radiasi UV memicu melanogenesis, penyebab penggelapan dan pigmentasi kulit. Vitamin C dan gluthatione (GSH) adalah agen antioksidan kuat yang membantu melindungi kulit dari penuaan kulit akibat radiasi, memberikan amunisi bagi sistem imun tubuh untuk melawan balik proses tersebut, dan memperbaiki kerusakan jaringan kulit. Hasilnya, kulit terlihat lebih cerah, kencang, cerah, dan terhidrasi.

Benarkah suntik vitamin C bisa putihkan kulit?

Sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Aesthetics and Anti-Aging Medicine: PRIME terhadap 283 partisipan etnis Asia menunjukkan peningkatan penampilan kulit yang signifikan setelah menjalani suntik vitamin C sebanyak enam sesi dalam rentang per 7-10 hari.

Satu bulan setelah suntikan vitamin C terakhir, 95,4% partisipan melaporkan kulit kencang dan tidak kering, rona wajah segar, cerah, dan terasa seperti kulit bayi. Hanya sekitar 4,6% yang melaporkan tidak terjadi perubahan apapun pada kulit mereka.

Dengan kata lain, penelitian ini mendukung klaim bahwa vitamin C bisa mencerahkan warna kulit dan meningkatkan penampilan kulit dengan total skor kepuasan partisipan mencapai 5 dari 7 poin. Namun perlu dipahami, efek suntik vitamin C hanya mencerahkan warna kulit dan mengembalikan rona aslinya, bukan “memutihkan” yang digembar-gemborkan selama ini.

Selain itu, proses suntik putih sangat bergantung pada jumlah dosis dan ketepatan waktu pemberian dosis. Sebagian besar partisipan merasakan efek penampilan kulit yang jauh lebih baik: kembalinya kelembapan kulit, dan diikuti oleh rona wajah yang sehat dan warna kulit yang semakin cerah mulai dari sesi kedua hingga keenam. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal, suntik vitamin C harus diberikan dalam dosis yang tepat dan teratur.

Amankah prosedur suntik putih?

Suntik vitamin C harus dilakukan di bawah pengawasan dokter yang kompeten.

Vitamin C umumnya aman jika digunakan dalam batas normal. Vitamin C adalah vitamin yang mudah larut dalam air dan akan disaring oleh ginjal Anda.

Bagi orang yang sensitif terhadap vitamin C, mengonsumsi vitamin masam ini bisa menimbulkan sakit atau kram perut, nyeri dada, erosi gigi, pusing, diare, kelelahan, wajah memerah, sakit kepala, sesak napas, mual, iritasi kulit, gangguan urinasi, atau muntah.

Berdasarkan penelitian PRIME di atas, hanya 3 dari total 283 partisipan yang mengeluhkan maag ringan, dua orang melaporkan mengalami panas-dingin, dan dua orang mengalami sakit kepala setelah menyelesaikan enam sesi suntik vitamin. Tidak ada komplikasi serius atau overdosis vitamin C yang timbul dari studi tersebut.

Dosis yang dipakai dalam satu ampul 5 ml suntik putih sangat tinggi, mencapai sekitar 1000 hingga 1800 mg (AKG vitamin C dewasa normal adalah 40 mg). Overdosis vitamin C bisa menimbulkan efek samping berbahaya, termasuk penggumpalan darah, batu ginjal, gangguan pencernaan, kerusakan sel darah merah, hingga kematian akibat gangguan jantung. Terlalu banyak vitamin C yang terkandung dalam ginjal bisa menyebabkan kristalisasi dan berisiko menimbulkan gagal ginjal

Sebelum menjalani suntik putih, ada baiknya Anda melakukan tes darah terlebih dahulu untuk memeriksa kesehatan ginjal Anda. Hindari suntik putih dan pilih alternatif metode pencerahan kulit lain jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap vitamin C dan komposisi pendukung lainnya, atau jika Anda mengidap diabetes. Penngidap diabetes tidak dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi dalam jangka waktu panjang.

See original article

Related HelloSehat.com

Comment 0